Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara)

matahari
Example 120x600

Way Kanan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) ,Dapil V yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Banjit, Kabupaten Way kanan

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Way Kanan Mulyadi (Demokrat), I Nyoman Karinu ( Golkar), Mazda Yulita (Gerindra), Camat Banjit Nasrullah Ali, S.Sos.,Kapolsek Banjit Iptu Supriyanto, Koramil 05/Banjit Danramil Kapten Cb Madong Pardede, Kepala UPT Puskesmas Banjit Rozes William ,Kepala Kampung se- Kecamatan Banjit, ketua BPK Se-kecamatan Banjit, serta tokoh Masyarakat.

Acara tersebut bukan nya melakukan penyerapan Aspirasi masyarakat terkait pembangunan yang dibutuhkan Masyarakat, malah Pada saat Sesi tanya jawab salah satu oknum DPRD Kabupaten Way kanan Mazda Yulita (Partai Gerindra) malah menyinggung soal Kinerja Media Di Way Kanan.

“Untuk rekan media yang duduk di belakang, kalian jangan hanya mengurusi Proyek Ecek-ecek di bawah 200 juta saja, coba kalau berani kalian urusi proyek besar yang miliyaran rupiah”,ucap Mazda Yulita dan didengar seluruh Audiensi.
Mendengar ucapan Mazda yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan , sejumlah wartawan yang ada di lokasi meliput kegiatan sontak kaget Entah dendam apa dia kepada Media sehingga secara tiba-tiba ucapan itu keluar dari mulutnya padahal acara tersebut tidak ada sangkut paut nya dengan rekan-rekan media yang saat itu sedang meliput kegiatan tersebut.

Seusai Acara sejumlah Wartawan mencoba mewawancarai ulang Mazda Yulita terkait maksud Ucapannya,yang diduga melecehkan Wartawan, Mazda memilih diam dan menghindar.

Ferdiansyah dari Pemerhati Jurnalis Siber DPC Way Kanan Merespon keras ucapan nyeleneh dari Mazda yunita tersebut yang terkesan melecehkan profesi wartawan /jurnalis, dengan tegas dia mengatakan bahwa profesi jurnalis itu independen, tidak ada yang boleh dan bisa mengintervensi kerja kerja dari seorang jurnalis.
“Baiknya Mazda yunita itu jangan asal bicara, emangnya dia siapa, koq berani sekali main perintah, apalagi ini menyangkut jurnalis, tidak ada satupun yang bisa mengintervensi dari kerja2 seorang jurnalis, sebab profesi jurnalis itu independen dan dilindungi undang undang,” tegas Ferdi

Kami merasa dilecehkan oleh ucapan Mazda dan kami meminta kepada Mazda Yunita untuk meminta maaf secara terbuka kepada kami para wartawan yang telah ia lecehkan,” lanjut Ferdi
( Sah )