DAERAH  

Usai Dilaporkan ke Polisi, PLN Datangi Kantor Bawaslu Mesuji

matahari
Example 120x600

MESUJI, MATAHARIPOS.COM- Usai dilaporkan ke Polres Mesuji lantaran dugaan mencuri setrum listrik, PLN  mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat di Jalan Pagar Alam Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, Selasa (4/6/2024)

Pencurian setrum itu karena dugaan terjadi sejak tahapan pemilu.

Menurut Petugas Operasi Pemutusan Aliran Listrik (OPAL) PLN, Apriyansyah, Bawaslu Mesuji mencuri strum listrik sejak pemilu.

“Karena ada laporan, kami segera ke lokasi untuk merazia. Kami biasanya memutuskan arus listrik,” tegasnya.

Manager PLN Cabang Menggala, Irfan, Irfan, berterima kasih atas informasi. Pihaknya akan mendata dan menjadwalkan untuk mengecek lokasi.

“Bila nanti terbukti melanggar, kami akan proses sesuai aturan berlaku,” tegasnya.

Terpisah, Wakacam Grib Jaya, Made Wisnu Adi Saputra, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke polisi atas dugaan mencuri arus listrik di Bawaslu Mesuji.

“Kami melakukan hal ini karena salah satu peduli Grib Jaya untuk ikut serta menyelamatkan aset negara,” unngkapnya.

Menurutnya, Bawaslu Mesuji karena dugaan mencuri setrum listrik sudah pasti mengarah dugaan korupsi.

“Biaya membayar listrik, pemerintah daerah sudah mengganggarkan melalui APBN atau APBD,” tuturnya

Ia menegaskan, dugaan merugikan negara ini menjadi tolak ukur.

Mantan Koordinator Sekretaris Bawaslu Mesuji, Rudi menegaskan, meteran itu pakai pulsa.

“Setiap bayar Rp200 ribu sampai dengan Rp300 ribu. Setiap dua hari sekali beli pulsa di Alfamart,” ungkapnya.

Juani, warga yang kemarin mendapat OPAL PLN berharap aparat penegak hukum tak tebang pilih menyikapi hak tersebut.

“Perlakukan kami sama, jangan tebang pilih,” ujarnya.

Terlihat petugas PLN bersama anggota Brimob memberikan surat peringatan kepada Bawaslu Mesuji. (*)