Kejar Penjambret, Pelajar di Pringsewu Tewas Hantam Tembok

matahari
Polisi meringkus dua penjambret ponsel pelajar di Pringsewu. (Foto Istimewa)
Polisi meringkus dua penjambret ponsel pelajar di Pringsewu. (Foto Istimewa)
Example 120x600

PRINGSEWU, MATAHARIPOS.COM- Lantaran mengejar penjambret telepon seluler (ponsel), dua pelajar kecelakaan. Satu tewas di tempat dan lainnya luka parah.

Peristiwa itu di Jalan Raya Pekon Bandung Baru, Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Jumat (19/4/2024).

Tim gabungan Polres Pringsewu dan Polsek Sukoharjo membekuk AR (21) dan FA (33) pada dua lokasi berbeda. Satu dari dua pelaku berstatus residivis

Wakapolres Pringsewu, Kompol Robi Bowo Wicaksono, mengatakan, polisi meringkus AR di rumahnya Desa Kaliwungu, Kalirejo, Lampung Tengah Rabu (1/5/2024).

“Petugas membekuk FA di rumah kontrakannya Desa Purwodadi, Bangunrejo, Lampung Tengah, Kamis (2/5),” ujar Robi Bowo Wicaksono dalam konferensi pers di mapolres setempat, Jumat (3/5/2024).

Selain kedua tersangka, lanjut Robi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu ponsel Xiaomi type Redmi 10 dan Xiaomi type Redmi 12.

Kedua ponsel itu milik korban Dini Nur Azizah (14) dan Nadrotul Hasanah (15), warga Waringinsari Barat, Sukoharjo, Pringsewu.

“Kami juga mengamankan 1 sepeda motor Honda CRF bernomor polisi BE 2597 GBJ dan pakaian milik para pelaku saat beraksi kejahatan,” jelasnya

Robi mengungkapkan, aksi kriminalitas itu berlangsung spontan dan tidak ada rencana.

“Kedua tersangka akan kena jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya

Pelaku FR mengaku nekat menjambret karena butuh uang mengobati anak sedang sakit. AR mengaku ikut karena ajakan FA. Kedua pelaku juga belum menjual barang kejahatan karena tak bisa membuka kode di ponsel milik korban.

Tabrak Tembok

Kejadian itu di Jalan Raya Pekon Bandung Baru, Adiluwih, Pringsewu, Jumat (19/4/2024).

Kedua pelaku bermotor trail memepet sepeda motor dua wanita pelajar SMP asal Sukoharjo Barat. Seorang pelaku merebut paksa dua ponsel korban. Setelah itu, mereka kabur menuju arah Kalirejo, Lampung Tengah.

Kedua korban berupaya mengejar pelaku. Nahas, sepeda motor terlibat kecelakaan tunggal menabrak tembok rumah warga.

Dini Nur Azizah tewas di lokasi kejadian, sementara itu Nadrotul Hasanah patah tulang kaki dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. (tbn)