Dugaan Korupsi, Kepala Inspektorat Lampura Dijebloskan ke Penjara

matahari
Kejari Lampura menahan Kepala Inspektorat setempat, Muhammad Erwinsyah, Jumat (3/4/2024). (Foto Istimewa)
Kejari Lampura menahan Kepala Inspektorat setempat, Muhammad Erwinsyah, Jumat (3/4/2024). (Foto Istimewa)
Example 120x600

KOTABUMI, MATAHARIPOS.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) menahan Kepala Inspektorat setempat, Muhammad Erwinsyah (ME), Jumat (3/4/2024).

Korps Adhyaksa menahan menantu mantan Bupati Lampura, Budi Utomo, ini lantaran duga korupsi kegiatan jasa konsultansi konstruksi di kantor Inspektorat Lampura tahun anggaran 2021-2022.

Kejari menjebloskan ME ke Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi bermobil Kejari kabupaten setempat.

Inspektur ME tiba di kantor Kejari Kotabumi bermobil mewah fortuner setelah dua kali mangkir  pemanggilan.

Hari ketiga, ME bersama kuasa hukumnya tiba sekitar pukul 09 lewat. Ia langsung pemeriksa lebih dari 8 jam masih dalam status saksi dugaan korupsi pekerjaan jasa konsultansi dan konstruksi tahun 2021-2022.

“Saudara ME dalam kegiatan menjabat sebagai PA dan PPK. Hasil penyidikan tim, ME ditingkatkan statusnya menjadi tersangka,” ungkap Kepala Kejari Lampura, Mohamad Farid Rumdana didampingi Kasi Intelijen, Guntoro Janjang Saptodie saat konferensi pers, Jumat (3/5/2024).

Peningkatan status ME hari ini, kata Farid, mengantarkan dirinya untuk ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas IIB Kotabumi.

“Hasil pemeriksaan penyidik pada perkara ini sudah menetapkan 2  tersangka. Sebelumnya RHP selaku Kepala Laboratorium PTS UBL berinisial RHP, dan hari ini kita tetapkan ME sebagai tersangka,” terang Kajari.

Ia menegaskan, dalam penanganan perkara ini benar-benar ditangani profesional.

Kerugian negara pada perkara Jasa Konsultansi dan Konstruksi tahun 2021 dan 2022 mencapai Rp202 juta lebih. Angka itu didapat berdasarkan hasil audit pemeriksaan ahli BPKP Provinsi Lampung.

Ia juga meminta seluruh pihak agar mendukung proses perkara Inspektorat yang sedang ditangani Korps Adhyaksa.

Kendati demikian, pengembangan perkara yang menyeret Kepala Inspektorat, ME bakal terus berlanjut.

“Tim penyidik setelah menetapkan status tersangka akan menjadwalkan agenda pemeriksaan terhadap para tersangka ,” jelasnya.

Pada pemeriksaan kali ini, Kejari Lampura telah menyiapkan tim medis, sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap ME, tim medis telah disiapkan untuk memeriksa dan memastikan kondisi kesehatannya.

“Tadi (ME) sudah diperiksa oleh dokter, dan dinyatakan dalam kondisi sehat,” tuturnya

“Kita harus berfikir atas dugaan tindakan para pelaku ini sudah melakukan perbuatan melanggar hukum. Pada kegiatan itu, terdapat item pekerjaan yang tidak dilaksanakan (fiktif) tapi oleh tersangka ME tetap dibayarkan,” tandasnya.

Di lokasi, Inspektur Lampura digiring menuju mobil tahanan Kejari Lampura dengan rompi merah dengan tangan terborgol. Ia hanya melempar senyum tanpa merespon ketika dicecar berbagai pertanyaan awak media yang meliput. (*)