Dibacakan Dandim, Begini Amanat Panglima TNI pada Upacara 17-an Kodim 0429/Lamtim

matahari
Dandim 0429/Lamtim, Letnan Kolonel Arm Arief Budiman, memimpin upacara tanggal 17 setiap bulan di lapangan apel makodim setempat, Rabu (17/4/2024). (Foto Istimewa)
Dandim 0429/Lamtim, Letnan Kolonel Arm Arief Budiman, memimpin upacara tanggal 17 setiap bulan di lapangan apel makodim setempat, Rabu (17/4/2024). (Foto Istimewa)
Example 120x600

SUKADANA, MATAHARIPOS.COM- Komandan Kodim (Dandim) 0429/Lampung Timur (Lamtim), Letnan Kolonel Arm Arief Budiman, memimpin upacara tanggal 17 setiap bulan di lapangan apel makodim setempat, Rabu (17/4/2024).

Dandim 0429/Lamtim membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengapresiasi dan bangga lantaran semangat, dedikasi, loyalitas, dan militansi dalam setiap bertugas TNI seluruh penjuru NKRI di tengah perkembangan lingkungan strategis global, regional maupun nasional dinamis dan kompleks.

“Beberapa waktu belakangan ini, kita menyadari ada peristiwa terkait hukum melibatkan anggota TNI. Kita juga alami musibah terbakar fasilitas milik TNI. Disamping itu, kita semua berduka atas gugur para prajurit terbaik sedang bertugas di Papua,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Panglima TNI, semua harus selalu bersikap hati-hati dan teliti dalam bertindak, serta selalu menjaga kewaspadaan di manapun berada.

Selain itu, kata ia, masih terjadi adanya Surat Telegram tentang kebijakan pimpinan bocor dan tersebar luas ke masyarakat.

“Saya tekankan agar semua prajurit mengamankan berita. Bila masih ada melanggar ketentuan ini, akan kena sanksi hukum berlaku,” tegasnya.

Terkait media sosial Panglima TNI juga mengingatkan kembali, bahwa saat ini media sosial telah menjadi “medan kritik” cenderung menjadi sarana mempengaruhi dan merebut opini publik.

“Penyebaran berita bohong (hoaks) akan terus berlangsung, untuk memprovokasi, dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, ia menegaskan, TNI harus lebih bijak dan cermat menyikapi informasi berkembang dan tak mudah terpengaruh berita-berita di media sosial.

“Percayalah kepada pimpinan karena dengan demikian kita akan tetap solid dan tak terpecah belah,” imbaunya.

Panglima menyampaikan, tahun 2024 ini merupakan tahun politik dengan masih ada pilkada serentak. Terkait hal itu, netralitas TNI ialah prinsip harus dijaga seluruh anggota TNI.

“Jika TNI terlibat dalam kegiatan politik, hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan dan dapat mengganggu tugas pokoknya,” kata panglima lagi.

Panglima menekankan beberapa hal yang harus menjadi pedoman setiap bertugas. Tugas TNI saat ini dan kedepan bukan kian ringan. Hal ini seiring perkembangan lingkungan strategis dinamis, kompleks, serta berpengaruh berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Beberapa penekanan ini, di antaranya tingkatkan iman dan takwa terhadap Tuhan YME, serta berpegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI.

Tingkatkan kehati-hatian dan ketelitian dalam bertindak, serta selalu jaga siap siaga maupun waspada dalam bertugas.

Selalu bijak dan cermat, serta jangan
mudah terprovokasi dalam menyikapi informasi berkembang, terutama  berita-berita di media sosial belum terjamin kebenarannya.

Terkait dengan tahun politik, netralitas
TNI adalah komitmen harus dipegang teguh dan dijaga seluruh anggota TNI.

Terakhir, seiring perubahan lingkungan strategis dinamis, setiap prajurit dan PNS TNI harus menjadi energi dan solusi bagi kinerja organisasi TNI, guna mewujudkan TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. (rls)