Polsek Negara Batin Ringkus Dua Pencuri Sapi

matahari
Salah satu pelaku mencuri sapi. (Foto Istimewa)
Salah satu pelaku mencuri sapi. (Foto Istimewa)
Example 120x600

WAY KANAN, MATAHARIPOS.COM- Polsek Negara Batin Polres Way Kanan Polda Lampung meringkus dua pelaku lantaran mencuri dua sapi di kandang ternak dalam kebun karet Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin.

Tersangka ini berinisial KR (41) berdomisili di Gedung Negara Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara dan WR (52) berdomisili di Kampung Negara Batin Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.

Kapolres Way Kanan, AKBP Pratomo Widodo, melalui Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, Kamis (11/4/2024) mengatakan, Sabtu 6 April 2023 sekitar pukul 01.00 WIB terjadi pencurian dengan pemberatan (curat) dua sapi bali betina di kandang ternak dalam kebun karet Kampung Negara Batin.

Ia mengatakan, saksi A memanggil J yang tinggal bersebelahan rumah korban. Karena korban mendengar teriakan itu lalu ia menanyakan kepada A. Saksi A menjelaskan, sapi milik korban telah hilang.

Setelah itu, korban membangunkan suaminya. Ia mengecek sapi di kandang 10 ekor dari 15 ekor. Setelah ditemukan 3 ekor dan kurang 2 ekor yang masih hilang. Korban merugi sekitar Rp35 juta.

“Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Negara Batin guna proses lebih lanjut,” kata Lusiyanto.

Awalnya, pelaku R (DPO) dan KR melepas ikatan tambang sapi di kayu. Pelaku WR dan S (DPO) membawa dan menggiring sapi sampai separo perjalanan.

Setelah itu, WR pulang mengambil mobil pikup untuk membawa sapi hasil curian. WR dan KR dalam perjalanan membawa sapi curian.

“KR menghubungi pembeli sapi dengan menuju di Kampung Bangun Sari namun ia tak mengenal pembeli sapi tersebut,“ ujarnya.

Kapolsek Negara Batin dan anggota unit reskrim menangkap tersangka KR dan WR di Kampung, Negara Batin Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Minggu (7/4/2024) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat ditangkap, tersangka tak melawan. Pelaku dibawa ke Polsek Negara Batin untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut

Atas perbuatannya, pelaku dapat diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun,” kata kapolsek. (rls)