Oknum TNI AL Diduga Aniaya Jurnalis di Halsel, AWPI Halut Minta Danlanal Tindak Tegas

matahari
Example 120x600

MALUKU UTARA, MATAHARIPOS.COM- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Halmahera Utara (Halut), tindakan Provinsi Maluku Utara, mengecam kekerasan jurnalis di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Ketua DPC AWPI Halut Provinsi Maluku Utara, BJ Pangkey melalui Bidang Hukum dan Investigasi A. Rahman Tjereni, mengecam kekerasan oknum anggota TNI AL terhadap seorang wartawan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

“Kami mengecam penganiayaan oknum TNI AL terhadap Sungadi, wartawan lokal sidikkasus.com,” tegas A. Rahman Tjereni, Selasa (2/4/2024).

AWPI Halut mengecam hal itu lantaran kasus kekerasan wartawan itu terjadi saat ia sedang bertugas di lapangan.

Rahman menilai, terduga pelaku  melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1.

Sehingga, tegas ia, terduga penganiayaan tersebut bisa dijerat Undang-Undang KUHPidana.

“Kami menyesalkan kekerasan jurnalis di Halsel itu,” ucap Rahman.

AWPI Halut meminta Danlanal Ternate Maluku Utara segera memproses dan mencopot oknum anggota TNI AL.

Hal itu agar ada efek jera bagi oknum aparat yang sengaja menghalangi kerja jurnalis di lapangan.

AWPI Halut berharap Danlanal Ternate harus segera mengusut tuntas kasus menimpa jurnalis Halsel tersebut.

“Sebab dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi Undang-Undang Pers,” ungkapnya. (*)