Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus BBM Campur Air di Bekasi

matahari
Barang bukti kasus bensin dicampur air di SPBU 43-17106 di Bekasi, Rabu (27/3/2024). (Foto Matahari Pos/Humas Polres Metro Bekasi Kota)
Barang bukti kasus bensin dicampur air di SPBU 43-17106 di Bekasi, Rabu (27/3/2024). (Foto Matahari Pos/Humas Polres Metro Bekasi Kota)
Example 120x600

BEKASI, MATAHARIPOS.COM- Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota menetapkan tiga tersangka tindak pidana penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi jenis Pertalite dicampur air.

Kasus ini sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat karena akibat BBM bercampur air akibatkan 2 kendaraan roda empat dan 12 sepeda motor mengalami mogok.

“Kasus ini terjadi Senin (25/3/2024) pukul 21.00 WIB. Ada beberapa kendaraan bermotor mogok setelah mengisi BBM pertalite di SPBU 43-17106 Jl. Insinyur H. Juanda No.58/100, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,” kata Kasat Reskrim AKBP M. Firdaus kepada wartawan, Rabu (27/3/2024).

Usai mendapatkan laporan, tim Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengecek ke SPBU tersebut.

Polisi mengamankan 2 botol ukuran masing-masing botol 600 ml sebagai sampel BBM Pertalite lantaran dugaan bercampur air setelah sebelumnya menginteograsi Supervisor SPBU.

Tim Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Pertamina Regional Jawa bagian barat menginvestigasi gabungan terkait dugaan BBM Pertalite bercampur air di SPBU 43-17106.

“Besoknya, tim Reskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Pertamina regional Jawa bagian barat mengecek ke lokasi SPBU. Terdapat 4 dispenser BBM Pertalite karena dugaan  bercampur air. Dari hasil pemeriksaan, tak menemukan tangki yabg bocor,” ucap Firdaus.

Hari itu juga, sekitar pukul 21.00 WIB  hasil investigasi gabungan mengamankan dua pelaku awak mobil tangki, Nana Nasrudin atau Nana (32) sebagai sopir dan Muhamad Apip atau Apin (27) sebagai kenek di Pool Terminal Depo Cikampek Jl. A. Yani No. 105 Dawuan Barat kec. Cikampek, Kabupaten Karawang.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kanit Krimsus dan personil unit Krimsus membawa para pelaku untuk dilakukan pengembangan.

Dari hasil pengembangan, lanjut Firdaus, pihaknya mengamankan 3 pelaku, yaitu Andre Darma (67) Engkos (51) dan Subarna di SPBU 34.41341 beralamat di Jalan Anggadita desa Klari Kecamatan Karawang Timur, Karawang.

Para pelaku tersebut sebagai pembeli BBM jenis Pertalite.

Tim Satreskrim mengamankan barang bukti selang air dan selang Lison milik para pelaku untuk bertindak pidana menyalahgunakan niaga BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Selang Lison ini untuk memindahkan BBM Pertalite dari truk tangki ke bak penampungan dan selang air mengisi air dalam truk tangki mengantikan isi BBM yang berkurang,” katanya.

Modus kerjanya pelaku kata Firdaus, pelaku Nana (supir) dan pelaku Apin (kenek) membawa BBM jenis pertalite kapasitas 32 KL dengan bermobil tangki D 9538 YB dari depot pool terminal Cikampek.

Lalu, pelaku Nana dan pelaku Apin mengirimkan BBM ke tujuan pertama yaitu SPBU 3441341 Klari, Karawang dan menurunkan BBM Pertalite 8 KL.

Selesai mengirim, pelaku Nana dan Apin menawarkan BBM Pertalite kepada pelaku Engkos selaku security di SPBU tersebut. Enkos menerima tawarannya. Nana dan Apin menurunkan kembali BBM pertalite sebanyak 1.800 liter dengan cara memasang selang lison dari mobil tangki BBM Pertalite ke dombak (ruang kosong penyimpanan).

“Dari transaksi itu, Nana dan Apin menerima uang Rp14 juta. Nana dan Apin mengisi air kedalam kompartemen 4 yang akan diturunkan di SPBU 3417107 atau (TKP),” kata Firdaus.

Setelah menerima bayaran, Nana dan Apin melanjutkan perjalanan ke tujuan ke SPBU 3417107 Juanda Kota bekasi (TKP). Mereka menurunkan BBM  pertalite sudah terkontaminasi air dan menjadi viral di media sosial.

Untuk para pelaku, pasal dipersangkakan Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 tahun 2023 tentang peraturan pemerintah pengganti UU No2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi UU perubahan atas Pasal 55 UU Nomor 2 tahun 2021 tentang kehidupanmigas.

“Pidana 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” kata Firdaus. (ren)