Petani di Way Kanan Teriak Harga Jagung Terjun Beras

matahari
Ilustrasi petani jagung. (Foto Shutterstock)
Ilustrasi petani jagung. (Foto Shutterstock)
Example 120x600

WAY KANAN, MATAHARIPOS.COM- Petani jagung di Kabupaten Way Kanan, Lampung menjerit. Pasalnya, harga jual hanya Rp2.700 per kilogram (kg).

Iwan, petani jagung di Desa Banjar Masin, Kecamatan Baradatu,
mengatakan, sebelumnya harga jagung mencapai Rp6.000 kg, kini anjlok
Rp2.700 kg.

“Awalnya itu Rp6.000 tapi setelah mendekati masa panen harga malah terjun bebas, turun ke Rp5.000 dan Rp 4000. Kini malah Rp2.700 kg,” ungkap Iwan, Senin (25/3/2024).

Menurutnya, kondisi harga jagung seperti saat ini membuat petani jagung menjerit karena tak bisa mengembalikan modal.

“Jangankan mikirin untung, balik modal saja sudah syukur. Alhamdulillah, karena modal satu hektare saja bisa capai 6 sampai 7 juta. Iya, itu kalau pakai modal sendiri. Jika modal saja pinjam, apa tak tambah pusing,” keluhnya

Iwan mengatakan, untuk harga normal seperti biasanya saja petani sering
tak dapat untung karena jagung sering dapat serangan hama jagung.

“Harga normal saja kerap nombok karena jagung banyak kena serang
penyakit. Apalagi harga turun seperti ini hancur petani jagung,” tegasnya

Hal senada juga diungkapkan Satria Nusa Putra.

Petani jagung dan cabai asal Banjar Mulya ini mengatakan, panen jagung kali ini cukup membuatnya khawatir karena selain jagung banyak dapat serangan penyakit dan harga  pun anjlok drastis.

“Kini petani banyak mengeluh. Mayoritas disini juga banyak beralih menanam jagung. Jika harga anjlok, bagaimana nasib kami ini?. Belum lagi harga pupuk mahal, sulit dapat, dan kuota subsidi berkurang,” kata Satria.

Menurutnya, saat ini pemerintah harus mencari solusi. Agar tahu penyebab
harga jagung anjlok.

“Apakah benar ada impor jagung atau justru ada  permainan harga,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Saipul, mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti harga jagung menurun.

“Kalau info dari media seperti itu karena banyak jagung impor masuk. Tapi info juga pemerintah pusat sudah setop impor,” katanya. (sah)