Diduga Perang Sarung, 16 Remaja di Tanggamus Diamankan Polisi

matahari
Polsek Kota Agung Polres Tanggamus dan TNI Koramil Kota Agung, mengamankan 16 remaja lantaran dugaan terlibat perang sarung. (Foto Ist)
Polsek Kota Agung Polres Tanggamus dan TNI Koramil Kota Agung, mengamankan 16 remaja lantaran dugaan terlibat perang sarung. (Foto Ist)
Example 120x600

TANGGAMUS, MATAHARIPOS.COM- Polsek Kota Agung Polres Tanggamus dan TNI Koramil Kota Agung, mengamankan 16 remaja lantaran dugaan terlibat perang sarung.

Para remaja itu diamankan aparat pada salah satu titik di Kelurahan Kuripan, Selasa (19/3/2024) malam.

Polsek Kota Agung  mengamankan 16 remaja dua sepeda motor, dan tiga sarung.

Para remaja itu dapat arahan agar tak mengulangi aksi perang sarung yang dapat membahayakan diri sendiri dan  orang lain.

Polsek Kota Agung juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan orang tua para remaja terlibat. Masing-masing remaja menandatangani pakta integritas sebagai komitmen tak bertindak serupa pada masa depan.

Selain itu, petugas juga mengimbau  para remaja menjaga ketertiban, tak menyalakan petasan saat ibadah berlangsung dan menghindari bermain di jalan guna mengurangi risiko hal-hal tak diinginkan.

Pihak berwenang memberikan pemahaman kepada orang tua dan remaja yang terlibat mengenai bahaya perang sarung ini, terutama setelah terjadi korban meninggal dunia akibat kejadian serupa di Lampung Selatan.

Langkah-langkah preventif seperti ini dapat mencegah terjadi kasus serupa pada masa mendatang.

Kapolsek Kota Agung Polres Tanggamus AKP Amsar, S.Sos.,  mengatakan, pihaknya mengantisipasi kumpulan anak anak mengarah kepada tawuran perang sarung paskatarawih.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk antisipasi sebelum perang sarung ini terjadi. Kami lakukan sebagai kegiatan preventif mencegah,” kata Amsar mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Rinaldo Aser, Rabu (20/3/2024).

Ia menjelaskan, petugas mengamankan para remaja saat berpatroli. Menurut informasi, anak-anak sudah berumpul dari berbagai asal pekon dan kampung.

“Mereka menyatu jadi 1 dan hari ini ada 16 anak yang kami kumpulkan. Kami bawa ke Polsek untuk kami imbau,” jelasnya.

Lurah Kuripan, Rio Iskandar, berterima kasih kepada Polsek Kota Agung sudah bertindak mencegah perang sarung.

Rio menyebut, selaku orang tua, dirinya sebagai masyarakat juga mengkhawatirkan hal itu tejadi.

“Hal itu (perang sarung) bisa terjadi ke arah arah lebih tak kita inginkan,” ucapnya

Ia menambahkan, hingga saat ini kelurahan belum mendapat laporan ada kejadian luka atas perang sarung itu. (rls)