Upacara Bendera 17-an, Dandim 0429/Lamtim Bacakan Amanat Pangdam II/Swj

matahari
Kodim 0429/Lamtim menggelar upacara bendera 17-an dilapangan Apel Makodim, Senin (18/3/2024). (Foto: Ist)
Kodim 0429/Lamtim menggelar upacara bendera 17-an dilapangan Apel Makodim, Senin (18/3/2024). (Foto: Ist)
Example 120x600

SUKADANA, MATAHARIPOS.COM- Kodim 0429/Lamtim menggelar upacara bendera 17-an. Dandim Letkol Arm Arief Budiman, S.Sos., M.M, bertindak sebagai inspektur upacara dilapangan Apel Makodim, Senin (18/3/2024).

Arief Budiman membacakan amanat tertulis Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Yanuar Adil, menyampaikan beberapa hal khusus terkait isu terkini, berkaitan tugas pokok sebagai satuan kewilayahan.

Perlu saya sampaikan supaya kita sebagai Aparat Negara memahami peran dan posisi kita bahwa saat ini kelanjutan proses Pilpres masih dalam tahapan penghitungan dan ramai terkait dengan isu hak angket dari partai politik.

Ia mengatakan, hak angket merupakan hak politik dari legislatif yang dijamin konstitusi. Sehingga dalam menyikapinya hanya monitor perkembangan sesuai dengan konstelasi dan tak larut dalam polemik.

“Kita netral dan prosesnya sendiri telah diatur dalam UUD 1945 dan tata tertib di DPR RI,” tegasnya.

Terkait perkembangan cuaca saat ini, ia menyampaikan, iklim tahun ini berbanding terbalik dengan tahun 2023.

“Tahun 2024 ditenggarai banjir dan longsor di seluruh wilayah Indonesia. Secara khusus sejak Januari – Februari mayoritas bencana terjadi banjir, yaitu 63,69 persen dari 292 bencana terjadi,” jelasnya.

Selain banjir, bencana alam terjadi tahun ini di antaranya cuaca ekstrem, tanah longsor, karhutla dan gempa.

“Sumsel khususnya berada pada urutan kelima dari provinsi yang mengalami bencana, sehingga kita perlu antisipasi terjadinya bencana alam karena tak bisa dipungkiri TNI merupakan garda terdepan dalam tugas bantuan ini,” katanya.

Jika berkaca dari pengalaman bencana terjadi di Sumbagsel tahun lalu, Sumsel, Jambi dan Bengkulu perlu mengantisipasi banjir dan longsor.

“Lalu potensi karhutla di wilayah Oki, Bangka Tengah, Belitung Timur, Pesawaran Lampung dan Wilayah lainnya,” ujarnya.

Untuk penanganan bencana diatas maka perlu disiapkan bukan hanya dalam rangka darurat bencana, namun lebih kepada upaya mitigasi baik berupa penanaman pohon, pembersihan aliran air/sungai, pengendalian sampah, pembuatan tanggul air dan penyiapan air bersih melalui program TNI AD Manunggal Air serta sosialisasi bencana kepada masyarakat secara dini.

Termasuk kedepan untuk mencegah banjir yang lebih besar, maka program Optimalisasi Lahan rawa yang merupakan kerja sama TNI AD dengan Kementerian Pertanian yang harus selesai pada Juni 2024 bisa diselaraskan dengan upaya pengendalian air.

Pangdam menekankan beberapa hal kepada seluruh Prajurit Kodam II/Sriwijaya di antaranya,tetap tingkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Sikapi secara cerdas perkembangan situasi di lingkungan sekitar kita, lapor cepat apabila menghadapi permasalahan dan bijak dalam menghadapi keputusan di era digital yang serba cepat seperti sekarang ini. Segera direncanakan dan laksanakan program kerja sebagaimana sasaran dan anggaran yang telah ditetapkan Komando atas,” pungkasnya. (*)