DAERAH  

TPID Harus Jamin Stabilitas Harga Beras Jelang Ramadan

matahari
Pj. Bupati Tubaba, M. Firsada, mengikuti High Level Meeting dan Capacity Building TPID Provinsi Lampung di Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Rabu (21/2/2024). (Foto: Istimewa)
Pj. Bupati Tubaba, M. Firsada, mengikuti High Level Meeting dan Capacity Building TPID Provinsi Lampung di Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Rabu (21/2/2024). (Foto: Istimewa)
Example 120x600

PANARAGAN, MATAHARIPOS.COM- Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Drs. M. Firsada, M.Si., mengikuti High Level Meeting dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung di Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Rabu (21/2/2024).

Kegiatan itu dalam rangka persiapan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1445 Hijriah.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengingatkan TPID dan Satgas Pangan Provinsi Lampung menjamin ketersediaan dan harga beras terkendali. Ini agar tak mengganggu bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Hal ini perlu kita perhatikan agar tak memicu masalah yang menyebabkan langka dan naik harga di tengah meningkat permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1445 H,” tegas ia.

Menurut Arinal, berdasarkan hasil rakor inflasi Kemendagri Senin (19/2/2024), bahwa seluruh Indonesia terjadi kekurangan pasokan beras premium, terutama di pasar-pasar modern.

“Hal ini sudah dibahas pada tingkat pusat. Karena itu, saya minta kita menyiapkan bersama-sama dengan menentukan langkah-langkah antisipasi guna menjaga lancar distribusi, stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di masyarakat,” kata Arinal.

Untuk ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok, ia menekankan, perlu pengendalian, antara lain bupati/wali kota agar mengecek ke pasar, distributor, berkoordinasi dengan Bulog, dan mengintervensi, seperti operasi pasar dan pasar murah.

Kepala Bulog Divisi Regional Lampung, Toufan Akib, menjelaskan, Perum Bulog Divre Lampung menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1445 H, Cadangan Beras Pemerintah mencapai 17.234,68 ton dan untuk beras PSO (public service obligation/kewajiban pelayanan publik) 17.277 14 ton dan komersial 7, 53 ton.

“Untuk distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan per 20 Februari 2024, kami telah¬† menyalurkan 6.357,74 ton beras medium dan beras premium terealisasi 9.180 ton,” terangnya.

Selain itu lanjut ia, penyaluran bantuan pangan terealisasi 9.305,18 ton dan PSO terealisasi 2,3 ton. (mar)