Haji Robert Menangkan Gugatan Wanprestasi Rahim Yasin

matahari
Kuasa Hukum Haji Robert, Iksan Maujud. (Foto: Ist)
Kuasa Hukum Haji Robert, Iksan Maujud. (Foto: Ist)
Example 120x600

MALUKU UTARA, MATAHARIPOS.COM- Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Haji Romo Nitiyudo Wachjo, memenangkan gugatan dalam perkara Gugatan Perdata Wanprestasi yang dilayangkan Rahim Yasin di Pengadilan Negeri Ternate Kelas 1A.

Hal ini terkait dengan jasa hukum (honorarium) yang dituduhkan kepada Haji Robert dengan nomor perkara:
49/Pdt.G/2023/PN/Tte tanggal 5 September 2023.

Rahim Yasin merupakan mantan kuasa hukum yang tega menggugat Haji Robert, sapaan akrab Haji Romo Nitiyudo Wachjo. Namun akhirnya dikalahkan dalam persidangan. Hal ini diputuskan Majelis Pengadilan Negeri Ternate kelas 1 A pada 7 Februari 2024.

Kuasa Hukum Haji Robert, Iksan Maujud, Rabu (14/2/2024) mengatakan, tuduhan Rahim Yasin terhadap kliennya itu tidak benar.

Seluruh jasa honorarium Rahim Yasin telah dibayar dan diselesaikan kliennya pada tahun 202. Ada semua bukti-bukti dan telah diperiksa dalam persidangan oleh Majelis Hakim.

“Dari awal pada beberapa media, saya sudah katakan, bahwa tak ada lagi jasa honorarium Rahim Yasin belum dibayar klien kami, semuanya telah diselesaikan klien kami. Bisa dibilang Rahim Yasin itu hanya mengada-ngada, buktinya ia tak mampu membuktikan semua pada persidangan,” jelas ia.

Iksan menambahkan, setelah melalui proses persidangan cukup panjang, akhirnya tuduhan Rahim Yasin terhadap Haji Robert tak dapat dibuktikan alias tak benar (hoaks) dan seluruh gugatan Rahim Yasin terhadap Haji Robert ditolak Majelis Hakim.

“Dengan demikian, artinya Rahim Yasin tak pernah melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang diperjanjikan. Selain itu, penggugat Rahim Yasin dianggap sangat tidak memahami hukum perjanjian,” ujar Iksan.

Ditolak gugatan Rahim Yasin oleh Pengadilan, ia mengatakan, kian terang laporan pidana mereka terhadap Rahim Yasin di Polda Maluku Utara (Malut) dengan Nomor: LP/B/53/X/2023/MALUT/SPKT tanggal 11 Oktober 2023 lalu terkait pencemaran nama baik terhadap Haji Robert dan NHM.

“Kami telah melaporkan Rahim Yasin di Polda Malut dengan dugaan Pasal 27 ayat 3 UU ITE juncto Pasal 310 KUHP, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,” jelas Iksan mengutip UU ITE.

Pasal 310 KUHP menyebutkan, Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak empat juta lima ratus ribu rupiah.

Iksan kembali menegaskan, dengan bukti-bukti yang sudah diserahkan ke polisi mereka tetap mendesak pihak kepolisian agar segera memeriksa Rahim Yasin. (*)