Polres Tuba Ringkus Pembeli dan Bandar Sabu

Polres Tuba menangkap pembeli dan bandar sabu. (Foto: Ist)
Polres Tuba menangkap pembeli dan bandar sabu. (Foto: Ist)

MENGGALA, MATAHARIPOS.COM- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang (Tuba), Polda Lampung, menangkap pembeli dan bandar narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.

Pembeli ialah pria berinisial AA (39), warga Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, sedangkan bandar narkotika wanita berinisial YI (21), warga Kampung Cempaka Dalem, Kecamatan Menggala Timur, Tuba.

Kasatres Narkoba Polres Tuba, AKP Indik Rusmono, mengungkapkan, Senin (5/2/2024), sekitar pukul 17.30 WIB, pihaknya meringkus AA sedang melintas dengan bersepeda motor di Jalan Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung.

“AA mengaku membeli sabu dari YI, lalu tangkap di rumah kontrakan¬† Kampung Tunggal Warga,” kata Indik Rusmono, SIK, SH, MH, mewakili Kapolres Tuba, AKBP James H Hutajulu, Sabtu (10/2/2024).

Dari tangan pembeli, polisi juga menyita barang bukti plastik klip berisi narkotika jenis sabu seberat bruto 0,18 gram, handphone merek Infinix warna hitam, dan sepeda motor Honda Beat warna hitam.

“Dari bandar narkotika, kami sita timbangan digital, dompet warna cokelat, HP merek Xiaomi warna biru muda, plastik klip besar berisikan beberapa plastik klip kecil kosong, dan uang tunai Rp100 ribu,” kata ia.

Indik menjelaskan, ungkap kasus ini hasil penyelidikan petugasnya di Kampung Tunggal Warga.

Saat diperjalanan, petugas berpapasan dengan seorang pria bersepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah digeledah, polisi menemukan sabu.

“Setelah diinterogasi, pria ini mengaku baru saja membeli sabu dari seorang wanita di sebuah rumah kontrakan. Wanita dimaksud pria tadi ditangkap dengan barang bukti timbangan digital, uang tunai, dan plastik klip kosong,” jelas perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

Indik menambahkan, para pelaku baik saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Tuba.

Keduanya akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” kata perwira Alumni Akpol 2013. (*)