DAERAH  

Disdukcapil Kota Bekasi Kebut Rekam KTP-el Pemilih Pemula

matahari
Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, memberikan hasil KTP-el kepada pemilih pemula. (Foto: Ist)
Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, memberikan hasil KTP-el kepada pemilih pemula. (Foto: Ist)
Example 120x600

KOTA BEKASI, MATAHARIPOS.COM- Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menambah jam layanan rekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) pemula di kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi.

Dinas setempat menambah dan perpanjang jam layanan rekaman KTP-el pemula pada setiap kantor kecamatan dan kelurahan sesuai domisili masing-masing.

Kebijakan menambah jam layanan itu juga upaya mempercepat rekaman KTP-el, memudahkan para pelajar sudah berusia 17 tahun, dan mendorong partisipasi tinggi pada Pemilu 2024.

Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, dan Kepala Disdukcapil, Taufiq Rahmat, meninjau lokasi pelayanan tambahan di Kantor Kecamatan Bekasi Utara, Kantor Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria, dan Posko RW 30 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria.

Tambahan jam layanan itu mulai pukul 16.00 sampai 20.00 WIB pada seluruh kantor kecamatan se-Kota Bekasi. Pada 24 kantor kelurahan sudah bisa melayani langsung rekaman KTP-el.

Gani Muhamad mengungkapkan, tambahan jam layanan itu untuk meningkatkan jumlah pemilih pemula sudah memasuki usia 17 tahun.

Sebelum tanggal pemilu dan sudah tercatat Nomor Induk Kependudukan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun belum merekam identitas diri, sehingga target sampai 10 Februari harus rekaman.

“Agar pemilih pemula telah tercatat DPT terdata juga telah rekaman, maka kami tambah jam layanan, termasuk hari layanannya,” jelasnya.

Pada 10 Februari semua sudah terekam. Pihaknya pun memantau setiap wilayah untuk dapat memenuhinya.

“Harus menyisir siapa saja pemilih pemula belum rekaman. Karena itu, pemilih pemula didorong  memanfaatkan jam tambahan pelayanan ini,” ujar Gani.

Kesadaran Minim

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq R Hidayat, mengatakan, petugas menerapkan jemput bola karena banyak masyarakat pemilih pemula belum rekaman KTP-el.

“Pemilih pemula datanya saat ini sedang diundang rekaman, juga dijemput bola. Bila ditemukan data sudah tak ada dialamatnya, dinonaktifkan,” ujarnya Taufiq, Kamis (8/2/2023).

Pihaknya terus memaksimalkan dengan menambah waktu pelayanan guna mencapai target perekaman KTP-el meski terdapat kendala pada kesadaran masyarakat.

“Dari data itu, minimal sampai hari pencoblosan pemilih pemula di bawah 0,5 persen dari jumlah DPT pemilu oleh KPUD sebanyak 1.809.574 pemilih. Artinya, kami terus maksimalkan dan tetap bertindak rasional dalam perhitungannya,” katanya.

Jika dalam survei dikenal margin error, dalam target dan realisasi dimungkinkan ada potensi sudah dilakukan upaya tetapi terkendala pada kesadaran dan kondisi warganya.

Ia menduga kesadaran masyarakat minim. Ia juga membeberkan data, banyak warga belum rekaman KTP-el.

“Sejak 2 Januari 2024 terdapat 22.478 warga belum rekam. Sampai 8 Februari 2024 ini terekam 11.788 warga,” katanya .

Untuk tambahan waktu di libur panjang ini ini, pihaknya mengumumkan melalui camat dan lurah sejak 2 Februari 2024 yang mengacu Surat Edaran Wali Kota Bekasi tentang Percepatan Perekaman untuk menambah waktu layanan.

Tapi ungkap ia, kesadaran masyarakat masih di bawah rata-rata, karena pada 12 kecamatan.

“Hari ini hanya ada 92 warga  memanfaatkan tambahan waktu ini.
Sepertinya, warga lebih banyak memanfaatkan berlibur,” ujarnya

Pihaknya menerapkan tambahan waktu pelayanan ini untuk memudahkan masyarakat memiliki KTP-el sebagai syarat menyoblos pemilu pada 14 Februari.

Taufiq berharap masyarakat belum melakukan ekaman KTP-el segera memanfaatkan tambahan waktu pelayanan.

“Saya harap seluruh warga Kota Bekasi sadar bagi yang belum rekaman. Silahkan datang dan manfaatkan waktu ini,” ucapnya. (ben)