DAERAH  

Achmad Nurwakhid Minta HPK Ikut Aktif Wujudkan Harmoni Nusantara

Rakernas dan Rapimnas DPP HPK Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Aula Lanal Malang, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024). (Foto: Ist)
Rakernas dan Rapimnas DPP HPK Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Aula Lanal Malang, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024). (Foto: Ist)

MALANG, MATAHARIPOS.COM- DPP Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menggelar rakernas dan Rapimnas di Aula Lanal Malang, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024).

Dewan Pembina HPK, Brigjen Pol R. Achmad Nurwakhid, menegaskan HPK harus ikut serta mewujudkan harmoni nusantara. Yakni tercipta  Indonesia bebas dari ancaman bahaya radikalisme dan intoleransi.

“Lewat forum rakernas dan rapimnas, kami berharap HPK bisa ikut berperan aktif mewujudkan harmoni nusantara,” ucap Achmad Nurwakhid.

Menyiptakan harmoni nusantara kata ia, untuk menegakkan kembali konsensus bersama yang sudah digagas para pendiri bangsa Indonesia, yakni kembali pada Pancasila dan UUD 1945.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar. Indonesia memiliki ribuan pulau dan beragam suku bangsa tapi hingga saat ini tetap bisa bersatu.

Semua itu, kuncinya karena bermuara pada Pancasila dan UUD 1945, NKRI harga mati.

“Pancasila sudah terbukti menyatukan bangsa Indonesia. Kami yakin ideologi bangsa ini akan ditiru negara-negara di dunia. Karena sudah bisa menyatukan bangsa ini,” bebernya.

Direktur Deradikalisasi BNPT ini menyontohkan, di luar negeri, seperti negara Afganistan yang hanya ada 7 etnis. Namun kenyataannya, negara itu terjadi perang tak kunjung selesai hingga saat ini.

Demikian pula sejarah bangsa Arab yang hanya satu bangsa namun bisa pecah menjadi 21 negara, di antaranya Uni Emirat Arab, Yaman, Kuwait, Mesir, Aljazair, Irak, dan lain-lain.

Begitu pula di Indonesia, dalam sejarah sedikitnya terjadi 15 kali pemberontakan. Di antaranya pemberontakan PKI di Madiun 1948, Gerakan G 30 S PKI 1965, hingga pemberontakan dengan dalih mau mendirikan negara Islam (khilafah islam), yakni Pemberontakan DI/TII Kartosoewirjo di Jawa Barat tahun 1949.

“Tapi faktanya, semua pemberontakan ini gagal. Dan kembali ini menjadi bukti kokohnya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia,” ungkap Nurwakhid.

Jadi lanjut ia, HPK harus mampu menjadi penetralisir untuk mendamaikan bangsa terindikasi akan terjadi konflik di masyarakat. Sehingga perpecahan sesama anak bangsa atau gerakan radikalisme bisa dicegah.

Karena pada dasarnya semua agama di Indonesia ingin menciptakan kedamaian. “Pada dasarnya jika ada pelaku melakukan radikalisme, hanyalah oknum mengatasnamakan agama,” tutur ia.

Nurwakhid menegaskan, negara harus hadir menjamin kebebasan beragama. Untuk itu, siapapun menganut agama dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa harus mendapatkan perlindungan beribadah dan keyakinannya masing-masing dalam sebuah harmoni nusantara.

Ketua Umum HPK Dr. Hadi Prajoko menambahkan, bangsa Indonesia merupakan negara kaya akan budaya. Data HPK, ada 1.638 paguyuban dan 38 masyarakat adat.

Mereka ini berbeda budayanya dan bahasa daerahnya.

“Lewat momentum ini, mari warisan leluhur jangan sampai dilupakan. Budaya masyarakat adat jangan sampai tergerus budaya luar,” kata Hadi.

Ia menegaskan, sejatinya bangsa ini sebelum Indonesia merdeka keberadaan masyarakat adat sudah lahir duluan. Ini menunjukkan, bahwa bangsa meski berbeda suku, agama, dan ras, bisa hidup rukun dan damai.

“Hidup rukun dan gotong royong menjadi warisan budaya leluhur hingga sekarang masih dipertahankan,” tuturnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Ki Suroso, menambahkan, rakernas dan rapimnas DPP HPK ini diikuti perwakilan paguyuban dan masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Jumlah yang hadir sekitar 500 orang. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Sabtu 10 Februari 2024.

“Besok akan digelar juga bantengan di pendopo Kabupaten Malang,” tandas Suroso. (galih)