EKOBIS  

Yuk, Nikmati Sunset dan Sunrise di La Surf Bungalow Krui

matahari
Menikmati matahari terbit dan terbenam di pinggir pantai menjadi kemewahan sendiri saat singgah di La Surf Bungalow Krui. (Foto: Ist)
Menikmati matahari terbit dan terbenam di pinggir pantai menjadi kemewahan sendiri saat singgah di La Surf Bungalow Krui. (Foto: Ist)
Example 120x600

KRUI, MATAHARIPOS.ID- Menikmati matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset) di pinggir pantai menjadi kemewahan sendiri saat singgah di La Surf Bungalow Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Debur ombak memanjang di garis Pantai Mandiri, Kecamatan Krui, membuat Anda betah berlama-lama. Hempasan ombak laut Samudera Hindia seakan memanggil untuk “dikendarai” di atas papan surfing (berselancar).

Bibir pantai nan luas diwarnai siluet sejumlah orang yang menunggu sunrise dari balik barisan bukit.

“Istimewanya di sini, kita bisa dapat sunset dan sunrise,” kata pemilik La Surf Bungalow, Legowo Hamijaya, Minggu (4/2).

Ia mengatakan, Pantai Mandiri diapit dua Tanjung cukup terkenal di kalangan surfer, yakni Tanjung Walur dan Tanjung Setia.

Sunrise tdari barisan bukit di Tanjung Setia, sedangkan sunset dari balik Tanjung Walur.

“Buat pecinta fotografi tentu bisa jadi momentum menarik. Satu hari bisa dapat dua kans baik yang indah,” kata Legowo.

Garis pantai yang memanjang pun menjadikan karakter ombak di pantai ini unik. Ombak panjang seakan menantang para peselancar saling adu kuat di atas gelombang.

Keunikan ombak ini juga menjadi daya tarik bagi pelancong yang ingin menjajal gelombang Samudera Hindia.

Legowo mengatakan, La Surf Bungalow menyediakan kursus privat berselancar untuk pelancong belajar “mengendarai” ombak.

“Kami menyediakan instruktur profesional bagi pengunjung ingin belajar surfing,” katanya.

Legowo menambahkan, tarif penginapan di La Surf Bungalow berkisar antara Rp500.000 – Rp800.000 per malam.

“Hari biasa untuk Kumbung (kamar) kecil hanya Rp500.000 dengan kapasitas maksimal 4 orang, sedangkan Kumbung besar sekitar Rp800.000,” katanya.

Namun, tarif ini bervariasi jika masuk peak season atau libur nasional.

“Akses dari Bandarlampung sudah bagus, jalannya lebar dan mulus. Penerbangan dari Bali juga sudah ada langsung. Jadi, ya, potensinya bagus sekali,” katanya. (*)