Divonis 3 Tahun, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus KUR BRI Jabung Ajukan Banding

matahari
Usai divonis 3 tahun penjara dan denda 200 juta, kuasa hukum terdakwa kasus tipikor KUR BRI Jabung akan mengajukan banding. (Foto: Ist)
Usai divonis 3 tahun penjara dan denda 200 juta, kuasa hukum terdakwa kasus tipikor KUR BRI Jabung akan mengajukan banding. (Foto: Ist)
Example 120x600

SURABAYA, MATAHARIPOS.COM- Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp793 juta tahun 2021 BRI Unit Jabung memasuki sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (16/12024).

Terdakwa Relationship Manager atau Mantri Kupedes pada BRI Unit Jabung, Moh. Taufiqur Rohman, diputus bersalah lantaran telah melanggar Pasal 3 UU Tipikor dengan pidana penjara 3 tahun dan denda 200 juta.

Menanggapi putusan hakim itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Dr. Solehoddin, S.H., M.H, Rabu (18/1/2024), mengatakan, pihaknya menghormati putusan tersebut dan masih pikir-pikir untuk mempertimbangkan mengajukan upaya hukum banding.

Menurutnya, terdakwa tak melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Ia menjelaskan, fakta persidangan, bahwa terbukti tak ada aliran dana atau merekayasa apapun terkait proses pencairan Kredit KUR pada Bank BRI unit Jabung Kabupaten Malang. Ia menganggap, bahwa masalah ini adalah masalah keperdataan.

“Terkait proses tak survei saat proses pencairan KUR BRI Unit Jabung Kabupaten Malang adalah kesalahan administratif, bukan tindak pidana korupsi,” kata ia kepada wartawan.

Diketehui, BRI Unit Jabung merupakan salah satu unit di bawah BRI Cabang Sutoyo, tempat terdakwa Moh. Taufiqur Rohman bekerja sebagai Relationship Manager atau Mantri Kupedes.

Terdakwa telah mengucurkan KUR  kepada kurang lebih 1.000 debitur. Dalam pengucuran KUR tersebut terdapat 21 debitur gagal bayar (macet). Hal ini karena penyaluran KUR tak tepat sasaran yang berakibat gagal bayar.

Perbuatan terdakwa melanggar prinsip tidak kehati-hatian (Asas Prudential) yang mengakibatkan kerugian negara. (dra)