Kasrem 043/Gatam Harap Mahasiswa Cerdas Gunakan Medsos

Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Enjang, menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa KKN periode l tahun 2024 di GSG Unila Gedong Meneng, Selasa (2/1/2023). (Foto: Ist)
Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Enjang, menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa KKN periode l tahun 2024 di GSG Unila Gedong Meneng, Selasa (2/1/2023). (Foto: Ist)

LAMPUNG, MATAHARIPOS.COM- Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam Kolonel Inf Enjang, S.I.P., M.Han., menghadiri pelepasan dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode l tahun 2024 kepada pemerintah daerah di GSG Unila Gedong Meneng, Bandarlampung, Selasa (2/1/2023).

Di hadapan 2.700 mahasiswa KKN, Kasrem 043/Gatam, Enjang, menjelaskan, bela negara ialah sikap dan perilaku warga negara yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya.

Ia mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.395 pulau, 274,8 juta penduduk, 108.000 km garis pantai, 1.340 suku bangsa dan 715 bahasa daerah.

“Indonesia majemuk ini sangat beraneka ragam memiliki keindahan budaya dan peradaban tinggi menjadi modal kekuatan,” katanya.

Selain dari pada itu lanjut Enjang, Indonesia juga dikenal sebagai bangsa ramah, sopan dan toleransi kehidupan beragama cukup baik.

“Namun kemajemukan kerap dieksploitasi untuk kepentingan tertentu dan perbedaan yang ada dibenturkan antarsesama, untuk melahirkan konflik dan tindak kekerasan agar NKRI ini pecah,“ ungkapnya.

Menurutnya, pengaruh media sosial (medsos) sangatlah luas. Marak penyebaran disinformasi, fitnah, penyesatan, provokasi, pengalihan isu dan pembunuhan karakter oleh medsos seperti WA, Twitter, FB, Instagram, dan lainnya.

“Kita harus bijak dalam melihat potensi masalah tersebut. Hal ini perlu dikembangkan lagi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara,“ terangnya.

Enjang berharap agar mahasiswa dalam bela negara tak harus angkat senjata, cukup melakukan yang terbaik sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

Ia berharap agar mahasiswa menjadi agen perubahan dan menjelang pemilu dapat menjadi pelopor  mengampanyekan pemilu damai di lokasi KKN masing-masing.

“Hormati adat, norma, dan aturan-aturan berlaku sebagai kearifan lokal yang harus mahasiswa junjung tinggi di desa tempat KKN,“ kata ia berpesan.

Selain itu, ia juga berharap mahasiswa dalam menggunakan teknologi informasi (medsos) dengan bijak, cerdas dan isi dengan konten-konten positif, tak menyebarkan hoaks, dan saring sebelum sharing.

“Juga kreatif dan inovatif dalam membangun kompetensi diri untuk menyiapkan diri sebagai kader pemimpin Indonesia di masa depan,“ pungkasnya. (*)