Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Terminal Tipe C KTM Mesuji

Kejari Mesuji menetapkan dua tersangka NH dan B dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji. (Foto: Ist)
Kejari Mesuji menetapkan dua tersangka NH dan B dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji. (Foto: Ist)

MESUJI, MATAHARIPOS.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Mesuji menetapkan dua tersangka, NH dan B dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji, yang berada di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mesuji.

Kepala Kejari Mesuji, Azy Tyawardhana, S.H., M.H., mengumumkan, penetapan tersangka ini melalui rilis pers di Kantor Kejari Mesuji, Desa Brabasan Tanjung Raya, Mesuji, Senin (20/11/2023).

Azy Tyawardhana menjelaskan, tersangka ditetapkan, setelah ditemukan bukti permulaan cukup, termasuk keterangan saksi, bukti surat, dan petunjuk terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Kasus ini kata ia, berkaitan dengan pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji. Proyek itu  menggunakan anggaran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesuji Tahun Anggaran 2022.

“Penetapan tersangka ini setelah adanya bukti permulaan cukup, berupa keterangan saksi, bukti surat, dan petunjuk terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dapat menimbulkan kerugian negara atau perekonomian negara,” kata Azy.

Azy Tyawardhana menyebutkan,  penyidik Kejari Mesuji telah memeriksa para pihak terlibat dalam Kegiatan Pekerjaan Pembangunan Terminal Penumpang Tipe C di KTM Mesuji pada Tahun 2022. Proyek ini mendapatkan anggaran Tugas Perbantuan sebesar Rp1.725.000.000 dari APBN Ditjen PPKTRANS Tahun Anggaran 2022.

Tersangka NH dan B diduga berbuat dapat menimbulkan kerugian atau perekonomian negara. Mereka diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18, Pasal 3 Jo. Pasal Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Tersangka NH dan B ditahan penyidik Kejari Mesuji selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini di Rutan Kelas IIB Menggala,” ujarnya. (dik)