Patroli Sore, Polres Tanggamus Gagalkan Peredaran Narkotika di Pugung

matahari
Satresnarkoba Polres Tanggamus menangkap pelaku pada Rabu 15 November 2023 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung. (Foto: Ist)
Satresnarkoba Polres Tanggamus menangkap pelaku pada Rabu 15 November 2023 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung. (Foto: Ist)
Example 120x600

TANGGAMUS, MATAHARIPOS.COM- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus menggagalkan peredaran narkotika. Polisi menangkap pelaku pada Rabu 15 November 2023 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Tanggamus.

Pelaku bernama Yoga Hasta (36), warga Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dirinya ditangkap atas dugaan Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU. RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman 12 tahun penjara.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Deddi Wahyudi, S.H., M.M., penangkapan bermula tim Satresnakoba berpatroli sore di wilayah Pugung dan mencurigai seorang pria diduga merupakan pengedar sabu.

“Terhadap pelaku selanjutnya dilakukan pengejaran dan penghadapan di Jalan Raya Pekon Gunung Kasih. Saat itu tim Opsnal melihat pelaku berusaha membuang sesuatu yang mencurigakan,” katanya.

Saat itu juga kata ia, pelaku dihentikan dan dilumpuhkan menggunakan tangan kosong oleh tim sebab pelaku hendak melarikan diri. Disaksikan pelaku dan warga setempat, petugas mencari barang bukti hingga menemukannya.

“Saat dilakukan pencarian disaksikan masyarakat dan pelaku itu sendiri, petugas berhasil menemukan  barang bukti narkotika yang dibungkus dengan uang pecahan Rp10 ribu,” kata Deddi Wahyudi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, Kamis (16/11/2023).

Dilanjutkan Kasat, keseluruhan barang bukti yang berhasil disita meliputi plastik klip berisi kristal putih seberat brutto 2.59 gram, uang sejumlah Rp10 ribu, dompet, handphone, dan motor Honda CBR berwarna merah.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, pelaku dapat barang haram itu dengan cara membeli senilai Rp1,5 juta dari seseorang yang berjanjian di jalan raya pugung.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek Pugung untuk melakukan pengembangan terhadap penyedia sabu tersebut, namun nama yang disebut tersangka belum ditemukan.

“Untuk pengembangan kami berkoordinasi dengan Polsek Pugung, berbekal data yang didapat dari tersangka untuk penyedia masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Kesempatan itu, Deddi mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba guna menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari ancaman narkotika di wilayah Tanggamus.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan informasi masyarakat sehingga satu persatu pengedar Narkoba berhasil ditangkap,” tandasnya.

Berdasarkan keterangan tersangka Yoga, dirinya datang membeli barang haram tersebut dan bertemu diduga bandar di jalan pugung. Ketika hendak kembali, ia kaget ada petugas menghentikannya sehingga reflek membuang bungkusan sabu tersebut ke pinggir jalan.

“Saya bawa motor menuju kecamatan Bulok dari Pugung, ya pas liat ada mobil itu saya membuang barang bukti dalam uang pecahan Rp10 ribu,” kata Yoga di Polres Tanggamus.

Yoga mengaku membeli narkoba tersebut dari seseorang yang dikenalnya melalui telepon dan bisnis beli dan jual di Pardasuka selama enam bulan terakhir lantaran faktor ekonomi yang menghimpitnya.

“Rata-rata beli ya itu seharga Rp1,5 juta, kemudian dipecah menjadi lebih dari 20 paket dengan variasi harga jual 100 – 200 ribu rupiah. Keuntungannya sekitar 500 ribu rupiah digunakan untuk kehidupan sehari-hari, menghidupi anak dan istri,” tandasnya. (wan)