Lagi, Oknum Ketua Gapoktan Intimidasi Wartawan di Lampung Utara

Lagi, kasus intimidasi wartawan terjadi. Kejadian itu tepatnya di Register 34 Desa Suka Mulya, Tanjung Raja, Rabu (8/11/2023). (Foto: Ist)
Lagi, kasus intimidasi wartawan terjadi. Kejadian itu tepatnya di Register 34 Desa Suka Mulya, Tanjung Raja, Rabu (8/11/2023). (Foto: Ist)

LAMPUNG UTARA, MATAHARIPOS.COM- Kasus intimidasi wartawan kembali terjadi. Kejadian itu tepatnya di Register 34 Desa Suka Mulya, Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Rabu (8/11/2023).

Dugaan intimidasi itu terjadi pada wartawan Harian Independen Pos saat investigasi terkait informasi penebangan pohon di kawasan Hutan Lindung Register 34 dan pelebaran jalan.

AN bersama rekan media massa lainnya RS, MRT, dan SA mengecek ke lokasi terkait kebenaran kabar tersebut. Hasilnya, mereka menemukan bekas potongan kayu dilokasi tersebut.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan, bahwa ada pelebaran jalan dan penebangan pohon.

“Waktu itu masyarakat bergotong-royong dan hadir juga sesepuh kepala desa,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi terkait hal itu, kepala desa setempat merasa tak pernah terlibat menebang pohon. Karena itu, ia pun memanggil Ketua Gapoktan untuk menjelaskan perihal informasi dari awak media.

Bukannya menjelaskan kebenaran informasi, melainkan Ketua Gapoktan ini bersikap arogan.

Bernada lantang sambil mengancam, Ketua Gapoktan ini memaksa awak media menghadirkan narasumber yang memberikan informasi.

“Kalian tak akan bisa keluar dari desa ini,” kata ia mengancam.

Mendapat perlakuan seperti itu, AN berusaha menjelaskan duduk permasalahan. Namun Ketua Gapoktan tiba-tiba hendak memukul AN, hingga terjadi tarik menarik sampai di depan halaman rumah kepala desa.

Akibat tarikan dan dorongan Ketua Gapoktan Karya Maju, AN mendapat luka memar pada bahu bagian kanan.

Melihat AN tersungkur, MRT segera menghubungi polsek setempat dan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjung raja. (tim)