Intervensi Stunting, Wali Kota Jakpus Buka Aksi 5

matahari
Wali Kota Administrasi Jakpus, Dhany Sukma, menghadiri kegiatan Aksi 5 di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). (Foto: Ist)
Wali Kota Administrasi Jakpus, Dhany Sukma, menghadiri kegiatan Aksi 5 di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). (Foto: Ist)
Example 120x600

JAKARTA, MATAHARIPOS.COM- Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus), Dhany Sukma, membuka kegiatan Aksi 5 berisikan pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan fasilitasi peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga Tingkat Kota di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).

Dhany Sukma mengatakan, intervensi stunting ada hal terpenting kadang terlupakan, yakni pola asuh orang tua terhadap anaknya. Ini suatu hal sangat memengaruhi kelangsungan hidup balita.

“Intervensi kita telah melibatkan banyak kolaborator. Sudah ada delapan kolaborator bertindak sebagai orang tua asuh untuk delapan kelurahan, seperti Benhil dari PAM Jaya, Kampung Bali dari Jakpro, Tanah Tinggi dari Green Pramuka, Serdang dari Kejari Jakpus, dan lain-lain sebagai bentuk mencegah stunting di Jakarta Pusat,” paparnya.

Ia menegaskan, edukasi terhadap orang tua harus digencarkan agar ada sinkronisasi antara gizi yang sudah diberikan dengan pola asuh yang tepat.

“Kita juga harus gencarkan edukasi kepada orang tua untuk pola asuh anaknya. Jangan sampai asupan gizi sudah diberikan namun pola asuhnya tak tepat. Makanya tugas KPM sesungguhnya agar lebih banyak menyisir orang tua memiliki balita sasaran,” katanya.

Kasudin PPAPP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dwi Wahyu Riyanti.  menerangkan, sebanyak 120 orang mengikuti kegiatan ini. Rinciannya, tim pendamping keluarga tingkat kelurahan 36 orang, kader pembangunan manusia tingkat kecamatan 8 orang, sisanya SKPD dari bidang perubahan perilaku serta dari TP PKK Jakarta Pusat.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan TPK agar dapat memberikan pendampingan meliputi penyuluhan, pelayanan serta pelaporan baik dan benar serta tepat waktu,” jelasnya.

Selain itu, jelas ia, acara ini juga untuk pembinaan kader pembangunan manusi untuk layanan pencegahan stunting. (AM)