Kasipers Kasrem 043/Gatam Hadiri Kumham Goes To Campus 2023 Unila

matahari
Example 120x600

LAMPUNG, MATAHARIPOS.COM- Kasipers Kasrem 043/Gatam, Kolonel Arm Riski Budianto, menghadiri Kumham Goes To Campus Tahun 2023 Universitas Lampung (Unila) di Gedung D 1 Fakultas Hukum Unila, Kamis (3/8/2023).

Kegiatan itu juga menghadirkan narasumber Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) RI, Prof. Edward OS Hiariej.

Kumham Goes to Campus 2023 merupakan program menyosialisasikan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kepada para Mahasiswa, Aparat Penegak Hukum, hingga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Tahun 2023, Kemenkumham RI memiliki salah satu program kerja yaitu Kumham Goes to Campus 2023 pada 16 kota di Indonesia. Kini Unila sebagai wadah menyosialisasikan berbagai kebijakan, program dan layanan Kementerian Hukum dan HAM kepada masyarakat, khususnya civitas akademika.

Wamenkumham, Edward OS. Hiariej, menyampaikan ada dua hal pokok dalam kegiatan tersebut.

Pertama, dari segi proses ia kira KUHP ini bukan barang tiba-tiba turun dari langit, melainkan ini merupakan proses panjang kali pertama inisiasi tahun 1958. Lalu naskah masuk ke DPR tahun 1963 dan disahkan pada 2022. Inisiasi itu memakan waktu 64 tahun dari kali pertama kali dimasukkan ke DPR dan butuh waktu 59 tahun.

“Jadi, tak benar bila RKUHP itu tak melibatkan publik dan tak mendengarkan aspirasi masyarakat itu hoaks. Karena itu, ada pergulatan perdebatan sudah sangat lama,“ kata pakar hukum pidana asal Maluku ini.

Kedua, lanjut ia, KUHP nasional ini secara substansi betul-betul merupakan hal baru itu.

“Mengapa sehingga ada masa transisi dan kita perlu masa transisi? karena KUHP Nasional ini mengubah mindset, mengubah pola pikir, dan mengubah paradigma kita semua hingga kita paham betul, bahwa harus disosialisasikan kepada masyarakat untuk benar-benar memahami KUHP Nasional,“ jelasnya.

Edward menjelaskan, visi KUHP Nasional ini adalah merujuk pada New Paradise In The World. Jadi, paradigma baru hukum pidana di dunia ini tak ada juga orientasi pada keadilan negeri putih tapi pada keadilan korektif keadilan restoratif.

“Keadilan korektif itu ditunjukkan kepada pelaku salah tapi jangan ada dalam benak kita semua, bahwa pelaku salah itu langsung harus dipenjara, tidak demikian,” katanya.

Berdasarkan KUHP baru, keadilan korektif akan memberi sanksi kepada pelaku kejahatan. Tapi sanksi dalam KUHP Nasional itu tak diartikan penjara. Sanksi dalam KUHP Nasional diartikan dua, salah satu Visi dari KUHP Nasional itu mencegah dijatuhi pidana penjara dalam waktu singkat.

“Visi KUHP Nasional itu mencegah penjatuhan pidana penjara dalam waktu singkat. Meski tak ada penjara merupakan pidana pokok, dia merupakan pidana paling akhir dijatuhkan dalam KUHP Nasional,“ ujarnya.

Kasipers Kasrem 043/Gatam, Kolonel Arm Riski Budianto, sangat mengapresiasi Kumham Goes To Campus 2023.

Ia berharap agar sosialisasikan KUHP oleh Kumham RI ini masyarakat Lampung, khususnya civitas akademika Unila benar-benar dapat memahami KUHP Nasional.

“Saya berharap Wamenkumham RI menyampaikan hal KUHP Nasional ini dapat mengubah mindset masyarakat Lampung, khususnya civitas akademika Unila, benar-benar dapat memahami KUHP Nasional,“ ucapnya. (*)