Polres Halmahera Utara Tetapkan Tersangka Penganiayaan dan Pencabulan

HALUT, MATAHARIPOS.COM- Polres Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara, Rabu (26/7/2023) menetapkan dua tersangka, baik kasus panganiayaan hingga berujung maut di Desa Wari dan satu kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di Tobelo.

Kapolres AKBP Moh Zulfikar Iskandar melalui Wakapolres Kompol Andreas Adi Febriyanto dalam konferensi pers, peristiwa kasus penganiayaan itu terjadi gegara pesta ronggeng hingga ada pelemparan. Terjadi salah paham yang berujung penikaman terhadap korban RD dengan tersangka RM.

Hasil olah TKP Polisi, tersangka terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sesuai pasal 351 ayat 2 dan 3 atau pasal 338 KUHPidana. Ancaman hukuman 15 tahun.

“Barang bukti satu pisau sepanjang sekitar 20 cm, masih dalam proses pencarian,” tegas dia.

Sementara, untuk kasus pencabulan dengan tersangka RM alias On (38) yang menyetubuhi kedua anak gadisnya.

Jm, korban pencabulan disetubuhi pada tahun 2019 sampai dengan 18 Juli 2023. Sedangkan GM korban pencabulan juga dicabuli sejak tahun 2021 sampai dengan 12 Juli 2023.

Atas tindakan itu, On dikenakan pasal 81 ayat (1) ayat (2) ayat (3),  dan pasal 83 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI No 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi undangan undangan Jo. Pasal 76d dan pasal 76e Undang-Undang No 245 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI NO 23 tahun 2022 tendang perlindungan anak. Jo pasal 285 KUHPidana.

Polres Halmahera Utara juga  membeberkan kronologis persetubuhan oleh On. Ia sudah berulangkali melakukan hal tak terpuji ini kepada Jm pada tahun 2019 sejak Jm masih di SMP kelas dua sampai dengan 18 Juli 2023.

Pelaku setiap meminta menyetubuhi korban selalu memaksa dengan cara memukul dan membentak, bahkan sampai pada tingkat mengancam bila korban menolak.

“Jika korban menolak, pelaku langsung memukulnya dengan balok, bahkan menggunakan ikat pinggang.” jelasnya.

Bahkan, korban pernah dianiaya pelaku di kebun. Saat itu korban menolak permintaan pelaku. Pelaku murka dan memukulnya menggunakan daun pisang sudah dibakar. Sehingga korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

Selain Jm, On juga menyetubuhi anaknya GM berulangkali sejak masih duduk di bangku SMA kelas 1 pada tahun 2021 sampai dengan 12 Juli 2023.

“Begitu kepada GM juga dilakukan pada JM. Seluruh barang barang bukti yang sudah diamankan adalah satu jaket satu cela jeans celana dalam dan BH,” ujarnya.

Ia mengatakan, kedua korban dan orang tuanya saat ini sudah dibawa ke Ternate untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi dari Kementerian Sosial. Hasil pemeriksaan itu akan dilampirkan dalam berkas perkara dan Pelaku dijatuhi 15 tahun hukuman penjara. (rls)