Sakit Hati, Empat Karyawan Toko di Pringsewu Gelapkan Barang Dagangan

matahari
Example 120x600

PRINGSEWU, MATAHARIPOS.COM- Lantaran kesal dan sakit hati kerap dimarahi bos, empat karyawan toko di Pringsewu, Provinsi Lampung, nekat menggelapkan barang dagangan ratusan juta ditempatnya bekerja.

Apes, aksinya diketahui pemilik toko. Kini keempatnya diringkus polisi dan harus mendekam di sel.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Rohmadi, dikonfirmasi awak media,  membenarkan penangkapan pelaku penggelapan dalam jabatan tersebut.

Menurut Rohmadi, keempat pelaku itu ialah berinisial GG (27), warga Pekon Pekon Waringin sari kecamatan Sukoharjo, WI (25), warga Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu, DF (28) warga Kecamatan Gading Rejo dan YI (39) warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu.

Keempatnya, kata ia, diamankan polisi pada empat lokasi terpisah di wilayah Pringsewu pada Jumat (21/7/2023) dinihari sekira pukul 01.30 WIB.

“Keempatnya berhasil kami amankan dalam waktu kurang dari 24 jam, setelah kasus ini dilaporkan korban kepada kepolisian,” ujar ia mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Benny Prasetya, Selasa (25/7/2023), siang.

Pengungkapan kasus ini, kata kapolsek, berawal laporan pengaduan korban, Rudesta Chandra (48), warga Kelurahan Pringsewu Timur, ke Polsek Pringsewu Kota pada 20 Juli 2023. Telah terjadi tindak pidana penggelapan oleh sejumlah karyawannya.

Menurut korban, penggelapan itu terjadi Rabu (5/7/2023) sekira pukul 13.15 WIB di Toko Maju Terus berlokasi di Kelurahan Pringsewu Timur.

Modusnya, para pelaku mengambil stok barang berupa rokok melebihi perintah pemilik toko. Barang tersebut dijual dan uangnya dibagi keempat pelaku.

“Aksi nakal karyawan ini terbongkar setelah tepergok istri korban. Setelah dicek rekaman CCTV di toko, ternyata para pelaku sudah sering melakukan hal serupa,” terangnya.

Awalnya, kata ia, korban menduga para pelaku hanya menggelapkan barang dagangan berupa rokok Sampoerna Mild 5 karton, rokok Surya 1 karton dan rokok Clas mild 1 karton senilai Rp21 juta. Setelah didalami polisi, ternyata aksi penggelapan itu dilakukan para pelaku sejak Desember 2021 hingga Juli 2023, dengan nilai kerugian Rp300 juta.

“Menurut para pelaku, uang hasil menjual barang hasil penggelapan ini, selain untuk membeli kebutuhan sehari-hari juga membeli sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat hingga tanah pertanian,” ucapnya.

Mantan Kapolsek Sumberejo ini juga menyampaikan, selain keempat pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti diduga dibeli dari uang hasil menjual barang hasil penggelapan di toko milik korban, yaitu 2 kendaraan roda empat, 3 kendaraan roda dua, 1 sertifikat tanah, dan 1 lembar akta jual beli tanah.

“Serta 2 velg motor, dua ban motor, dan 1 kenalpot racing,” bebernya.

Ia mengungkapkan, jika motif para pelaku nekat menggelapkan barang barang dari toko karena kesal dan sakit hati dengan pemilik toko.

“Ngakunya sering dimarahin dan tak ditegur oleh korban. Akhirnya, para pelaku nekat bersekongkol menggelapkan barang-barang milik korban,” ungkapnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, para pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dala jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (dri)