Pembunuh Nenek di Morotai Divonis 14 Tahun Bui

Halmahera Utara- Pengadilan Negeri (PN) Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menggelar sidang lanjutan perkara pidana atas nama terdakwa AP berusia 33 tahun.

Pria asal Daruba, Morotai Selatan, ini diduga menghilangkan nyawa seorang nenek berinisial AL. Berita kasus itu sempat membuat resah masyarakat di Pulau Morotai, beberapa bulan lalu.

Sidang berlangsung secara elektronik di Ruang Sidang Utama pada Kantor PN Tobelo Jalan Siswa Nomor 17.  Sidang juga beragendakan pengucapan putusan majelis hakim.

“Mengutip amar putusan yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum Rabu (12/7/2023) siang, terdakwa AP dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bertindak pidana pembunuhan,” jelas Hendra Wahyudi, Hakim dan Juru Bicara PN Tobelo kepada awak media.

Menurutnya, sebagaimana sesuai dalam Dakwaan Alternatif Pertama Primair (Pasal 338 KUHP), oleh karenanya dijatuhi penjara selama 14 tahun.

Putusan dijatuhkan itu lebih rendah dibandingkan tuntutan penuntut umum Kejaksaan Negeri Pulau Morotai. Jaksa menuntut terdakwa dihukum maksimal selama 15 tahun penjara.

Ia mengatakan, adapun menurut majelis hakim, keadaan meringankan terdakwa AP dijatuhi pidana itu karena terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, mengakui perbuatannya, memperlancar jalannya persidangan, dan ayah dari terdakwa telah menyarankan agar terdakwa menyerahkan diri sehingga terdakwa tak berbuat lebih buruk lagi.

Atas putusan tersebut, terdakwa AP dan penuntut umum menyatakan menerima atas vonis yang diberikan. (rls)