Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Akbar Bintaro Siap Tunjukan Bukti

Bandarlampung– Sidang putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Majelis Hakim  dipimpin Agus Windana, menolak nota pembelaan (eksepsi) Kuasa Hukum terdakwa Akbar Bintang Putranto.

Menurut Kuasa Hukum Terdakwa Akbar, Rusman Efendi, majelis hakim menolak eksepsi itu karena kasus kleinnya masuk pidana umum dan bukan merupakan gratifikasi.

“Jadi, majelis hakim menilai perkara ini tak masuk kasus gratifikasi. Saat pemeriksaan saksi dan alat bukti nanti akan kami uji pada persidangan. Tapi, kami tetap menghargai apapun putusan hakim,” ujarnya, Rabu (12/7/2023).

Rusman berpendapat, kasus ini tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam perkara kleinnya karena jika pidana umum, bukan tak mungkin ada jalinan kerja sama melakukannya.

“Pihak lain itu juga bisa dijadikan tersangka walau tindak pidana umum,” ungkapnya.

Karenanya, dalam sidang nanti, ia akan membawa alat bukti, percakapan, pertemuan, dan komunikasi dari beberapa pihak.

Ada 15 saksi akan dihadirkan untuk memperkuat argumentasinya. Sehingga, sidang diagendakan dua kali seminggu pada Senin dan Rabu.

Berita sebelumnya, Kuasa Hukum Akbar dalam nota keberatan, meminta majelis hakim agar menolak dakwaan jaksa karena terjadi tindakan tersebut karena ada otak pelakunya. Jika diruntut, merupakan satu kesatuan terjadinya tindak pidana penipuan terstruktur

Jadi, lanjutnya, jika memang masuk dalam ranah pidana, seharusnya tindak pidana gratifikasi, bukanlah ranah pidana umum.

“Kalau dipaksakan masuk pidana umum dan dikenakan pasal tipudaya, seharusnya jangan tebang pilih. Ini kasus merupakan satu kesatuan yang terstruktur,” ungkapnya.

Jaksa Penuntut Umum sebelumnya dalam dakwaannya menyebut, seluruh uraian eksepsi Akbar Bintang Putranto telah masuk materi pokok perkara, yang harus dibuktikan dalam persidangan. (al)