Polisi Ciduk Empat Debt Collector Resahkan Masyarakat

matahari
Example 120x600

Lampung Tengah- Empat debt collector (mata elang) koperasi diringkus Tim Tekab 308 Presisi Polsek Terbanggi Besar Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, Jumat (7/7/2023).

Polisi menggulung empat penagih hutang koperasi ini lantaran selama ini meresahkan masyarakat.

Kapolsek Terbanggi Besar AKP Edi Qorinas, S.H., M.H., mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si., mengaku, pihaknya telah mengamankan empat orang.

Edi Qorinas mengatakan, Tekab 308 Presisi Polsek Terbanggi Besar mengamankan pelaku berinsial HD, NV alias Aldo, Dr alias wanda, KD alias baron. Para pelaku ialah warga Sungkai Selatan, Lampung Utara.

“Mereka (empat pelaku) mengontrak di kawasan Yukumjaya Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menjalankan bisnis koperasi,” kata AKP yang baru bertugas dinas di Polsek Terbanggi Besar ini.

Kejadian bermula atas laporan AW, warga Kampung Harapan Rejo Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah.

“Beberapa waktu lalu istri korban meminjam uang koperasi kepada salah pelaku dengan nilai ratusan ribu. Uang tersebut ber-ubah jadi puluhan juta,” katanya.

Pelaku, kata kapolsek, terus mendatangi rumah korban menagih uang pinjaman. Karena korban belum memiliki uang, para pelaku naik pitam dan menganiaya korban. Akibatnya, korban luka di tangan akibat sayatan senjata tajam.

Karena tak terima, kata Edi, korban melaporkan peristiwa penganiyayaan ke Polsek Terbanggibesar, Rabu (5/7/2023).

“Gas pol, tak ada kata mundur bagi kami bagi para pelaku kejahatan di wilayah hukum Polsek Terbanggi Besar,” tegas mantan Kastres Polres Lampung Tengah ini.

Atas perbuatanya, kini pelaku dan barang-bukti diamankan di Mapolsek Terbanggi Besar guna pengembangan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal 170 ayat (2) ke 1 e KUHPidana, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Para kepala kampung di Kecamatan Seputih Agung, mengapresiasi kinerja Kapolsek Terbanggi Besar, AKP Edi Qorinas dan Panit 1 Ipda Rommy Dwibowo, S.H., yang telah menggulung para pelaku.

Menurut salah satu Kepala Kampung Slusuban Karansanop, akibat terjerat pinjaman koperasi dan bunga tak masuk akal, banyak warga minggat, bahkan keluarga berantakan.

“Banyak juga bercerai karena tersangkut utang koperasi. Mohon polisi, para pelaku koperasi ini dilarang masuk ke wilayah kami. Ini agar kami bisa hidup tenang, aman, nyaman, dan damai,” harapnya. (tim)