Jemaah Haji Asal Metro Kelaparan Belum Dapat Makan

matahari
Example 120x600

Lampung- Ratusan jemaah haji asal Kota Metro kelaparan saat ditenda penampungan di Mina. Jemaah haji didominasi lansia ini harus menunggu sampai lama lantaran tak mendapatkan makanan dari tim Kemenag yang menangani konsumsi jemaah.

Dikabarkan, mereka sedari pagi hingga sore hari waktu Mina, Arab Saudi, tak menerima makanan. Selain jemaah kelelahan usai menempuh perjalanan puluhan KM dalam beribadah, cuaca di kota suci mencapai 44-45 derajat celcius.

Kendati terkadang adanya masalah sudah menjadi cobaan yang harus dihadapi para jamah ketika menajalankan ibadah, namun berbeda halnya dengan persoalan kali. yang itu diperbuat oleh para oknum petugas haji yang lalai dalam menjalankan tugasnya dalam melayani tamu-tamu allah ditanah suci tersebut.

Menurut Ketua Regu 2 dari rombongan 1 JKG 36, Yulianto Putra melaporkan, kondisi kelaparan jemaah haji ini kepada awak media di Metro. Ia menghubungi reporter di Metro sekitar pukul 19.05 WIB waktu Indonesia.

Ia meminta awak media segera menyampaikan informasi tersebut ke pemerintah agar Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dapat segera berkoordinasi dengan Arab Saudi.

“Saya Yulianto Putra ketua regu 2 dari rombongan 1 JKG 36. Kami dari tadi pagi tak mendapatkan sarapan, tidak mendapatkan makan siang, air minum menipis dan lansia banyak yang sakit,” kata dia kepada awak media melalui sambungan telepon, Rabu (28/6/2023).

Yulianto menceritakan, kondisi terkini dari Mina, Arab Saudi, ratusan Jama’ah asal Kota Metro membutuhkan bantuan pemerintah Republik Indonesia.

“Kami hanya dikasih makan mi, bahkan ada tak dapat sehingga kami di sini terlantar. Mohon dibantu bagi pemerintah Kota Metro untuk menyampaikannya ke pemerintah pusat, JKG 36. Itu saja informasinya dari Mina, tolong dibantu. Assalamualaikum,” tutupnya.

Persoalan inipun juga dibenarkan salah satu jemaah haji asal Metro berhasil dihubungi. Ia menceritakan dalam tenda yang ditempatinya hanya terdapat 120 kasur dengan 207 jemaah.

“Saat ini pukul 14.53 waktu mekah, di Mina semua belum mendapat sarapan dan makan siang. Di tenda ini berisi 120 kasur untuk 207 jemaah, Meski bersempit-sempit jemaah tetap sabar dan semuanya siap melempar jumroh besok dan lusa. Kondisi kelelahan lapar padahal besok masih harus lepar jumroh lagi, kurang lebih 6 kilometer,” ucap jemaah yang dirahasiakan namaya itu.

Ia juga menerangkan, seluruh jemaah haji asal Metro memiliki kurang lebih 30 persen lansia. Yang mana kondisinya kini telah banyak yang mengalami sakit.

“Semua asal Metro dan ada beberapa tambahan dari Bandar Lampung. Setelah kondisi kelelahan setelah semalaman, dan hari ini kita belum mendapatkan makan siang. Kondisi jamaah sudah mulai sakit karena 30 persen dari jama’ah merupakan lansia,” bebernya.

“Kami memerlukan koordinasi sebagaimana yang disampaikan pak Yulianto Putra tadi, kami memerlukan koordinasi Pemerintah Kota Metro dengan kementerian Agama agar mendapatkan atensi,” tandasnya.

Sayangnya, hingga berita dimuat Kemenag Kota Metro belum dapat dikonfirmasi dan memberikan penjelasan terkait dengan viralnya aduan jemaah haji asal Bumi Sai Wawai kepada awak media melalui sambungan telepon itu.

Diketahui sebelumnya dari data yang dihimpun melalui Diskominfo Kota Metro,  jemaah calon Haji dari Kota Metro pada kelompok terbang (kloter) 36 telah bergerak menuju ke Arafah dengan berpakaian ihram. Pelaksanaan puncak ibadah haji 1444/2023 akan dimulai pada hari ini Senin, 26 Juni/8 Dzulhijah lalu.

Hi. Mukhlisin, pembimbing ibadah, menyampaikan, Wukuf di Padang Arafah akan dilakukan pada 9 dzulhijah atau 27 Juni 2023.

“Sore harinya dilanjutkan ke Musdalifah hingga tengah malam, dan kemudian menuju Mina, serta melempar jumroh di Jamarat. Tiga lokasi yang biasa disingkat Armuzna itu merupakan tempat pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Selama bermalam di Mina, jemaah menempati maktab 47 bersama kloter 31-38 JKG, jemaah akan beberapa kali menempuh perjalan sekitar enam sampai tujuh kilometer pulang balik untuk melempar jumroh di Jamarat. Bagi jemaah melaksanakan Nafar Awal, akan menginap kurang lebih selama 4 hari dan bagi yang melaksanakan Nafar Tsani selama 5 hari.

Terdapat 40 jemaah kloter 36 mengikuti tarwiyah telah berangkat terlebih dahulu ke Mina pada Minggu Malam jam 08.00 WAS. Kemudia akan bergabung dengan jamaah lainnya waktu wukuf di Padang Arafah. Untuk jemaah yang mengikuti Nafar Awal berjumlah 187 orang, ini kembali ke Hotel Mekkah pada Jumat 30 Juni, sedangkan jemaah mengikuti Nafar Tsani berjumlah 206 orang dan kembali pada 1 Juli 2023. (tim/iza)