Polres Lamtim Bekuk Penipu Berkedok Bos Garam

Lampung- Seorang pengusaha akan asin asal Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), merugi puluhan juta rupiah akibat ditipu seorang mengaku bos garam.

Kapolres Lamtim AKBP M. Rizal Muchtar, mengatakan, peristiwa kejahatan itu berawal saat korban AH, warga Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, dihubungi pelaku yang menawarkan garam.

“Dalam komunikasi melalui pesan WhatsApp, pada (21/6/2023) kepada korban, pelaku mengaku sebagai bos garam, dan memiliki usaha di kawasan Indramayu, Provinsi Jawa Barat,” kata Kapolres Lamtim, AKBP M. Rizal Muchtar, didampingi Kapolsek Labuhan Maringgai, Kompol Yusvin Argunan, Ahad (25/6/2023).

Rizal Muchtar mengatakan, s<span;>aat menjalankan aksinya, pelaku berstrategi cukup meyakinkan. Karena korban mendapat foto, video, bahkan kiriman share lokasi tempat usaha garamnya.

Korban, kata ia, memang membutuhkan garam, langsung menyepakati untuk memesan 10 ton garam, dengan harga Rp4.100,- per kilonya. Dengan perjanjian, pembayaran ketika garam dimuat ke atas kendaraan.

“Jumat (23/6/2023), sopir kendaraan dipesan korban, menghubungi dan memberikan informasi, bahwa garam yang dipesan, sedang dalam proses muat ke atas truk,” katanya.

Pelaku menghubungi korban, dan memintanya mentransfer uang Rp42,5 juta, sesuai harga telah disepakati, yaitu Rp41 juta untuk pembayaran 10 ton garam, ditambah Rp1,5 juta sebagai ongkos jasa kendaraan angkutan.

Beberapa jam setelah uang ditransfer, sopir truk menghubungi korban, dan menegaskan, bahwa mobil dan muatannya tak bisa berangkat, dan masih ditahan pihak perusahaan, karena ternyata muatan garamnya belum dibayar.

“Korban lalu mencoba menghubungi pelaku tapi nomor teleponnya sudah tak aktif lagi. Sehingga korban melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian,” kata kapolres.

Petugas kepolisian gabungan Polsek Labuhan Maringgai, dan Satuan Reskrim Polres Lampung Timur Polda Lampung menerima laporan terkait peristiwa ini segera bertindak. Akhirnya, polisi mengidentifikasi dan membekuk para pelaku berinisial WD (33), warga Kecamatan Sukadana dan AA (29), warga Kecamatan Labuhan Ratu.

“Selain para pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa tas, dompet, 4 telepon genggam, dokumen kependudukan, SIM, kartu ATM, dan slip bukti penarikan uang,” ujarnya. (rls)