Penebangan Pohon di Perbatasan Agrowisata Tubaba Diduga Tak Beriizin

Penebangan Pohon di Perbatasan Agrowisata Tubaba Diduga Tak Beriizin
Penebangan Pohon di Perbatasan Agrowisata Tubaba Diduga Tak Beriizin. Foto Istimewa

Panaragan – Kontroversi muncul di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) seiring dengan dugaan penebangan pohon yang dilakukan di perbatasan agrowisata tanpa izin yang sah.

Penebangan pohon ini telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat dan memicu kecaman dari kelompok lingkungan.

Hal itu lantaran lokasi penebangan tersebut merupakan tanah milik negara karena berbatasan dengan SMKN Tulangbawang Tengah yang notabenenya sekolah negeri dan agrowisata yang juga dikelola oleh Pemerintah Tubaba.

Pj Kepala Dinas Pertanian Tubaba, Untung Budiyono, yang juga salah satu pengurus pada agrowisata mengaku sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

“Penebangan pohon yang berada di luar pagar area agrowisata bukan dilakukan oleh personel dinas, serta bukan merupakan kegiatan dan tanggung jawab dinas,” jelasnya, rabu (7/6/2023).

Ia juga mengaku akan meneelusuri kembali siapa yang melakukan aktivitas tersebut.

“Tolong hati-hati menyebut lokasi agrowisata, kalau itu bukan area agrowisata, batasnya jelas, Pagar beton,” jelas Untung.

Sementara, Kepala SMKN Tulangbawang Tengah saat di konfirmasi hanya menjawab singkat.

“Saya malah belum tahu, kalau sebrang sungai berarti wilayah agrowisata,” jelasnya.

Sementara, pernyataan pekerja serkel bahwa ia disuruh orang dalam, ternyata orang yang di dalam itu adalah Basran.

“Saya sudah 15 tahun disini, memanfaatkan lahan tidur dari pada ditumbuhi rumput, karena menurut saya dalam hal ini tidak ada yang dirugikan. Dengan serkel saya borongkan Rp5 juta dan usia sengon sudah 8 tahun, saya butuh dana untuk anak saya sekolah SMP,” jelas Basran.(Mar)