Dugaan Penggelapan Tanah Hak Milik Orang Lain Warga KCR Bakal Dipolisikan

Dugaan Penggelapan Tanah Hak Milik Orang Lain Warga KCR Bakal Dipolisikan
Kasus sengketa lahan. Ilustrasi

Menggala – Dugaan penggelapan tanah hak milik orang lain milik salah satu warga Kecubung Raya atau KCR, Kecamatan Meraksa Aji, atas nama Muhadi dan Nur Hasim mulai terkuak.

Dalam keterangannya, Nur Hasim, menyebut, tidak masuk diakal bahwa tanah jatah transmigrasi tahun 1982 sejumlah 2 hektar yang didapat melalui hibah, namun tidak bisa menunjukan surat hibah dari sang mertua atas nama Muhadi yang sudah meninggal dunia,

“Tanah ini dihibahkan ke saya mas, ada surat keterangan jual belinya kok,” ucap Nur Hasim

Ketika ditanya soal saksi-saksi dari para ahli waris juga nominal harga jual beli serta kop surat dan nomor surat yang ia lakukan transaksi jual beli di bawah tangan kepada pemilik hak yang sah atas nama Mursid, namun Nur Hasim tidak bisa menjawab

“Sudah selesai mas, kita semua bukan orang lain, kita ini masih keluarga kita bicarakan baik-baik saja,” katanya

Terkait hal ini, para ahli waris transmigrasi tahun 1982 akan melaporkan hal ini ke pihak polres Tulang Bawang dan Polda Lampung agar ditindaklanjuti sampai tuntas dan tidak ada lagi mafia tanah yang merugikan warga puluhan tahun.

“Kami para ahli waris akan bawa hal ini ke ranah hukum, karena ini sudah masuk hukum pidana tentang dugaan penggelapan dan pemalsuan surat,” tegas Ahli Waris Rohman

Saat dikonfirmasi awak media terkait mafia tanah transmigrasi Kecubung Raya, Kapolres Tulang Bawang mengatakan agar para ahli waris memberikan laporan resmi ke polres,

“Terima kasih atas laporannya, silahkan ke polres saja agar disampaikan ke bagian reskrim biar kami tindak lanjuti, karena sudah tugas kami untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat,” kata Kapolres Tuba AKBP Jibrael B.A.(*/Sen)