Proyek di Desa Bumi Ayu Tanpa Plang Informasi Hingga Terkesan Asal Jadi

matahari
Proyek di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur/Istimewa
Example 120x600

SUKADANA – Proyek peningkatan ruas jalan di Dusun 2, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Sukadana, milik Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, selain menggunakan material berkualitas buruk, proyek jalan dan drainase tersebut tanpa dilengkapi dengan papan informasi atau plang proyek.

Proyek seperti ini biasanya hanya dilakukan dengan tujuan untuk menyelesaikan proyek dengan cepat, tanpa memperhatikan kualitas hasil yang diinginkan.

Kepada media ini, Efridus, warga setempat, mengaku senang, ada proyek perbaikan jalan, bangunan TK dan drainase oleh pemerintah daerah melalui anggaran ABPD tahun 2022.

Namun, sambung dia, banyak pula warga yang mengeluh, karena batu yang ada di lokasi pekerjaan tersebut tidak ada batu belah yang berukuran 5,7 hanya batu ukuran 3,5, 2,3, dan batu 2,1.

Sedangkan jalan itu perlu batu yang ukuran 5,7 untuk menutupi lubang yang agak dalam, sementara lubang pada jalan hanya di isi dengan batu yang ukuran 3.5 dan ditaburi dengan batu ukuran 2.3 dan 2.1.

Mendapat informasi itu, Efridus kemudian menyampaikan keluhan warga kepada tukang.

“Saya sempat tanyakan hal ini, mereka (tukang) bilang nanti menyusul. Dan sampai detik ini bahkan sampai pekerjaan ini sudah selesai nggak ada satupun batu yang berukuran 5.7 atau batu belah. Hanya ada batu belah ukuran 5.7 di dekat SDN I, itu juga hanya ada kurang lebih dua kubik batu belahnya,” jelas dia, Jumat (16/12/2022).

Sementara, Kepala Desa Bumi Ayu, Sudarman, menyebut, semua pekerjaan yang ada di desanya tidak pernah ada pemberitahuan resmi baik dari dinas terkait hingga pihak ketiga.

“Tidak pernah ada surat pemberitahuan tentang keberadaan proyek tersebut kepada saya, mulai drainase, rehabilitasi gedung TK dan jalan sebagai surat tembusan dan pemberitahuan pada perangkat Desa Bumi Ayu,” kata dia.

Menurutnya, untuk menghindari proyek jalan terkesan asal jadi, pemerintah harus memperhatikan beberapa hal seperti memilih kontraktor yang terpercaya dan memiliki kompetensi yang cukup, membuat rencana proyek yang detail dan memperhatikan aspek-aspek penting.

“Contohnya seperti kualitas material, teknik pemasangan yang tepat, dan kehandalan struktur jalan, serta melakukan supervisi yang ketat terhadap pelaksanaan proyek,” ungkap dia.

Dengan demikian, proyek jalan yang dilakukan akan menghasilkan jalan yang berkualitas dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.(HEN)