Tuai Sorotan, Pemkab Tubaba Gelontorkan Rp1,7 Miliar di Proyek Rehabilitasi Masjid Kejati

matahari
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tubaba, Junaidi Farhan/Istimewa
Example 120x600

PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelontorkan dana hingga Rp1,7 miliar untuk rehabilitasi Masjid Kejati di Kota Bandar Lampung.

Dari data LPSE Tubaba, lelang belanja hibah rehabilitasi Masjid Kejati tersebut menggunakan APBD Kabupaten Tubaba Tahun 2023.

Menanggapi hal itu, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tubaba, Junaidi Farhan, menyebut, nilai kegiatan proyek hibah rehab Masjid Kejati dari APBD Tubaba 2023, terkesan berlebihan dan dipaksakan.

Selain itu, dapat pula mencederai perasaan masyarakat Tubaba yang sampai saat ini belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“APBD Tubaba itu kan masih tergantung transferan pusat sebagai sumber pendapatan terbesarnya, semestinya Pemkab Tubaba lebih fokus terhadap lima program prioritas yang menjadi rencana pembangunan daerah (RDP) tahun 2023 – 2026,” jelas dia, Jumat (16/12/2022).

Ia juga menjelaskan, bahwa anggaran Kejaksaan itu justru lebih besar dari APBD Tubaba.

“Bantuan hibah rehab masjid di Kejati itu seperti menebar garam di lautan,” jelas dia.

Selain itu, Pj Bupati Tubaba Zaidirina pernah menyampaikan bahwa ada lima prioritas program pembangunan di Tubaba.

Seperti, pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat, jaring pengaman nasional dan pengembangan ekonomi rakyat kreatif, dan pembangunan SDM yang berkarakter melalui peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Lalu, pembangunan eko wisata dan pelestarian budaya, hingga pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan dan sampai dengan reformasi birokrasi.

Junaidi mengatakan, target pendapatan daerah Tubaba tahun 2023 sebesar Rp923 miliar, dan pendapatan terbesar yaitu Rp878 miliar, yang mana masih mengandalkan pendapatan transfer. Sementara PAD Tubaba hanya ditargetkan Rp44 miliar.

“Artinya Tubaba masih tergantung pusat sebagai sumber pendapatan, jadi agak kurang elok pemerintahan yang masih tergantung pusat, dengan sombongnya memberikan dana hibah yang cukup besar untuk rehab masjid di Bandar Lampung,” tegas dia.

“Masih banyak program pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat belum tersentuh,” sambung dia.

Selain itu, Kabupaten Tubaba juga tidak bisa menorehkan satu pun prestasi dalam ajang MTQ ke-49 Tingkat Provinsi Lampung di Kabupaten Mesuji.

“Ini harus jadi perhatian kita semua bukan hanya Pemkab Tubaba, mengapa prestasi dalam siar keagamaan bisa anjlok total alias zonk. Tidak satupun peserta MTQ utusan Tubaba yang bisa membawa pulang penghargaan MTQ tersebut,” kata dia.

Ia pun mengajak, masyarakat untuk ikut serta mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkat kesejahteraan masyarakat Tubaba sekaligus berani mengkritisi terhadap program-program pemerintah yang kurang menyentuh kepentingan masyarakat umum.

“Hal ini sebagai kritik membangun demi terwujudnya pemerintahan di Tubaba yang bersih, transparan dan kredibel, dengan memfokuskan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,” jelas dia.(MAR)