Pengembangan Desa Wisata Ciptakan Lapangan Kerja Baru

matahari
Ilustrasi program pengembangan desa wisata
Example 120x600

SUKADANA – Saat ini desa menjadi titik awal pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19, sehingga pemerintah terus mendorong pergerakan ekonomi desa.

Salah satunya, melalui program pengembangan desa wisata termasuk desa wisata halal. Melalui pengembangan desa wisata ini diharapkan akan tercipta banyak lapangan pekerjaan dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

“Pengembangan desa wisata diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus tetap menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar ketua DPC AWPI Lampung Timur, Herizal, Rabu (14/12/2022).

Menurut dia, desa wisata merupakan salah satu wujud community-based tourism yang bersifat inklusif, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan SDM maupun UMKM-nya.

Adapun salah satu hal yang perlu didorong untuk pengembangan desa wisata, kata Herizal, adalah kesadaran pemangku kepentingan untuk menggaungkan daya tarik desa wisata, sebagai destinasi favorit yang menarik dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Dengan demikian, promosi merupakan kunci dari pengembangan desa wisata,” kata dia.

Herizal berharap BUMN dan korporasi swasta terus mengembangkan program CSR, sekaligus memotivasi masyarakat untuk menciptakan inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

“Menurut kami, sejumlah pejabat juga telah meminta BUMN/swasta dan BUMDes agar terus bersinergi dalam mendukung pembangunan desa. Dukungan BUMN dan swasta untuk memberdayakan BUMDes diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi perdesaan pascapandemi,” imbuhnya.

Pembangunan desa, sambung dia, merupakan pusat pertaruhan pembangunan Indonesia di masa depan. Menurutnya, jika desa kuat dan mandiri, maka mimpi Indonesia Maju akan makin mudah diwujudkan.

“Oleh sebab itu, kami melihat bahwa pemerintah sudah bertekad untuk terus meningkatkan dan memperbaiki penyaluran dana desa serta program pengembangan BUMDes supaya desa semakin sejahtera,” ujar dia.

Terkait pengembangan desa, sambung Herizal, berbagai upaya dalam pengembangan desa adalah desa wisata, bertujuan untuk menggairahkan promosi desa wisata yang dikelola BUMDes dan BUMDes atau lembaga masyarakat, pemuda secara bersama.

Bahwa, semua stakeholder yang terlibat harus mengikuti dan menggunakan perkembangan zaman dan kemajuan teknologinya dengan pola koordinasi lintas sektoral.

“Dengan teknologi Desa Wisata Nusantara dapat menunjukkan wisata desa terdekat di lokasi kita, sehingga memudahkan kita mengunjungi satu atau lebih wisata desa dalam satu waktu,” kata dia.

Menurut dia, percepatan pembangunan wisata desa menjadi salah satu program prioritas Kemendes PDTT. Namun, tidak mudah meraih status wisata desa. Sebuah desa harus memiliki berbagai aspek agar menjadi tujuan wisata yang menarik dengan segala daya dukungnya.(*/HEN)