Dugaan Keterangan Palsu Dana Publikasi Media, Diskominfo Tuba Bakal Dipolisikan

matahari
Diskominfo Kabupaten Tulang Bawang/Dok.Diskominfo
Example 120x600

MENGGALA – Sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mengeluhkan belum adanya pembayaran dana publikasi media oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tuba Desia Kusuma, mengaku bahwa semua kegiatan swakelola dana publikasi Dinas Kominfo dengan anggaran APBD tahun 2022 senilai Rp6 miliar lebih sudah terealisasi semua.

Hal itu disampaikan Diskominfo lewat surat balasan yang ditujukan kepada DPD Barisan Rakyat Anti Korupsi dan Lembaga Deteksi Anti Korupsi tertanggal 30 November 2022 lalu.

Kendati demikian, salah satu kepala biro media online yang bertugas di kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur menyebut Diskominfo Tuba diduga berbohong soal pembayaran dana publikasi.

“Sampai saat ini banyak media yang mengeluh karena belum terbayarkan, ditambah adanya sikap ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran dari pihak kominfo. Sekitar 74 media termasuk media saya juga belum dibayar,” jelas dia, Senin (12/12/2022).

Terpisah, ketua investigasi LSM Barak NKRI Sahrudin, didampingi ketua LSM Ledak Rusli Umar, mengaku akan melayangkan surat ke Diskominfo Tuba untuk meminta jawaban secara jelas terkait surat tertanggal 30 November 2022 lalu.

Menurut Sahrudin, surat klarifikasi Diskominfo tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bahkan kedua LSM tersebut bakal membawa masalah ini ke ranah hukum baik ke kepolisian maupun kejaksaan.

“Kami LSM Barak NKRI dan Ledak siap membawa masalah ini ke ranah hukum, karena ini menyangkut hak masyarakat banyak,” tegasnya Sahrudin, Senin (12/12/2022).

Sementara, Kepala Diskominfo Tuba Desia Kusuma, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via aplikasi Whatsapp, nomor Desia tidak aktif, padahal beberapa bulan yang lalu sempat berkomunikasi, namun setelah ingin dikonfirmasi terkait balasan surat klarifikasi, Desia diduga memblokir dan terkesan menghindar.(SEN)