Tutup Akhir Tahun, Proyek Siluman di Lampung Timur Merajalela

matahari
Proyek peningkatan ruas jalan di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur/Istimewa
Example 120x600

SUKADANA – Proyek peningkatan ruas jalan di dusun 04, RT 12 dan RT 13, Desa Gunung Sugih Besar, Kecamatan Sekampung udik, Kabupaten Lampung Timur, lagi-lagi tanpa keterangan atau papan (plang) informasi.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari APBD tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, yang dikerjakan oleh CV Inti Mulya sebagai pemenang tender.

Selain rawan kecurangan dan asal jadi, proyek latastone (lapis tipis aspal beton) itu juga tanpa didampingi pengawas dari Dinas PUPR setempat.

Proyek peningkatan ruas jalan dusun 04 kemiling Desa Gunung Sugih Besar yang terindikasi proyek siluman itu juga menuai pertanyaan masyarakat.

Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu pekerja mengaku tidak tahu menahu soal plang proyek.

“Kalau papan plang informasi itu kami kurang paham, kami cuma pekerja, yang bekerja ini orang dari Batanghari dan Sekampung, kalo upahnya saya belum tahu juga, katanya nunggu kerjaan beres,” ungkap dia, Jumat (9/12/2022).

Sementara, Sugiyono, salah satu operator alat berat, mengaku, dirinya hanya bekerja sesuai perintah.

“Saya bekerja sesuai apa yang diperintahkan, kalau berapa kali gilas dasaran ini saya gak ngitung. Ya sampai rapih saja, kalau bobot alat berat 10 ton,” ujar Sugiyono.

Terpisah, Nyoman, konsultan pengawas dari pihak rekanan menyebutkan, bahwa ini adalah proyek peningkatan jalan sampai dengan latastone.

“Volume panjangnya 471 meter dan lebar 3 meter, dengan ketebalan lapen 4 cm dan ketebalan hotmix 3 cm, itu ketebalan jadinya,” Kata Nyoman, Sabtu (10/12/2022).

Berdasarkan fakta yang dihimpun oleh awak media dari lokasi proyek ditemukan beberapa dugaan kejanggalan yakni, tidak adanya papan plang informasi proyek.

Lalu, ketebalan lapen yang tidak merata mulai dari 1 cm, 2 cm dan 3 cm, serta juga ditemukan gelaran batu dasaran awal yang sangat tipis, sehingga tempak jelas batu onderlagh jalan tersebut, serta diduga dikerjakan borongan tanpa melibatkan pekerja warga sekitar.

Tercatat hampir seluruh proyek yang bersumber dari APBD kabupaten Lampung timur TA 2022 dikerjakan tanpa papan plang informasi dan terkesan asal jadi.

Lemahnya pengawasan dinas terkait hingga adanya dugaan kolaborasi antara pihak rekanan dengan dinas yang berwenang. Publik Lampung Timur pun khawatir akan dugaan kecurangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.(HEN)